Tuesday, May 26, 2020

PERAWAT (NURSE) dan PANDEMI #Part1



Perawat, profesi ini dulu identik dengan seragam putih - putih. Kalau di Rumah Sakit biasa dipanggil Suster (bagi perawat perempuan) dan Bruder (bagi perawat laki - laki). Nah kalau di kampung, biasa dipanggil Pak Mantri. Ya karena mereka biasa jadi mantri suntik dan mantri sunat. Ditengah benar tidaknya 'praktik' yang telah lama dilakukan di tengah masyarakat pada jaman dulu.

Profesi yang satu ini lagi menjadi perhatian dunia. Ditengah pandemi covid-19, profesi Perawat menjadi salah satu yang terdepan diantara profesi - profesi lainnya. Tatkala masyarakat kebanyakan dianjurkan untuk tinggal di rumah atau kerja dari rumah, bagi kami yang berprofesi perawat, tak ada pilihan lain kecuali harus siap bekerja. Kapan saja dan dimana saja.

Kami menjadi bagian dari para pejuang kesehatan dalam perang melawan virus corona, tak hanya di tanah air tercinta, tapi kami yang saat ini bekerja sebagai perawat di luar negeri.

Hari ini, teman sejawat kami di Kuwait meninggal dunia. Beliau berpulang sebagai pejuang kesehatan melawan corona di tanah rantau. Semoga husnul khotimah. Aamiin.

Ditengah kondisi pandemi, kami para perantau tak bisa pulang. Kami (khususnya tenaga kesehatan) diminta untuk menunda cuti. Kami diminta bersiap kalau sewaktu - waktu pihak pemerintah setempat memerlukan bantuan.

Kami harus berjuang di negeri orang, bersama - sama rekan - rekan sesama tenaga kesehatan negara lain untuk bersama - sama membantu sesama. Kami berjuang bukan hanya atas nama sendiri sebagai seorang pekerja migran, tapi kami juga turut mengemban nama baik Bangsa Indonesia di kancah Internasional.

Di Qatar, jumlah perawat Indonesia tak banyak. Jumlahnya kurang dari 60. Tersebar di berbagai instansi. Ada yang di Rumah Sakit Pemerintah, Klinik Swasta dan Klinik - klinik perusahaan. Saat ini kami tak bisa mudik. Saat ini kami harus siap kapan saja ketika panggilan tugas memanggil.

Tetap semangat bagi rekan - rekan perawat yang sedang bertugas. Dimana saja. Di darat maupun di laut. Di Rumah sakit, Puskesmas maupun Klinik - klinik.

Tetap waspada. Teruslah belajar ditengah pandemi. Kebijakan dan aturan ditengah kondisi wabah bisa berubah sewaktu - waktu.

Dukhan, 2 Syawal 1441 H.

Monday, May 25, 2020

JEMARI & SOSIAL MEDIA


Bijaklah bersosial media, karena semua ada pertanggungjawabannya. .

Status - status kita, komentar - komentar kita, story - story kita, forwardan - forwardan kita, share - share kita, dan apapun bentuk sosial media kita, ada baik buruknya.

Jari jemari lembut kita begitu mudah untuk bergerilya di dunia maya. Sebuah peringatan buat kita semua untuk menjaga jari - jemari ini agar senantiasa terbebas dari sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Semua ada pertanggungjawabannya.
.
Semoga kita terhindar dari perbuatan tercela dan sia - sia. Aamiin.
.
Dukhan, 1 Syawal 1441 H

Sunday, May 24, 2020

LDR-an Ditengah Pandemi Corona

LDR-an.



Ketika corona masih mewabah, rasa rindupun kian membuncah. Sedianya sudah berkumpul bersama keluarga, namun apa mau dikata, manusia tak lagi kuasa. Hanya Allah yang Maha Segalanya.

Tiket pesawat udara yang sudah terbelipun harus dibatalkan. Bahkan dikembalikan tanpa tahu kapan harus dijadwal ulang. Akan menjadi hari - hari yang panjang, hingga tiba masanya bisa sungkem kedua orangtua. Akan menjadi penantian panjang, hingga tiba masanya bertemu anak - anak, belahan jiwa, dan sanak saudara, serta tetangga.
.
Kita, manusia, hanya seorang hamba dari Sang Maha Pencipta. Mau sombong apa kita, ketika dengan makhluk tak tampak saja semua kalang kabut. Takut. Tak ada satupun yang pernah menduga. Tak ada satupun yang siap. Tapi tatkala wabah itu melanda, semua baru merasa. Betapa tiada berdayanya manusia.
.
Lahaula wala quwwata illabillahil 'aliyyil adhiim. Tak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

Sunday, April 19, 2020

EPISODE ORA ISO MULIH

Lagunya Mas Didi Kempot yang berjudul Ora Iso Mulih memang pas banget dengan kondisi pandemi saat ini. Banyak para perantau yang harus menunda rasa rindunya untuk tetap di tempat kerjanya. #TundaMudik Demikian hastag yang dipakai oleh Satgas penanganan Covid-19 negeri kita.

Momen lebaran adalah momen yang ditunggu oleh para perantau untuk bisa melepas rindu dengan orangtua, keluarga, sanak saudara, kawan dan tetangga. Momen silaturrahim akbar yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Inilah budaya kita, yang harus kita jaga bersama. Namun, di musim pandemi corona, niatan kita untuk melestarikan budaya mudik di tahun 2020, kita tunda dulu. Kita pause dulu. Ada masanya kita play lagi.

Yang di Jakarta, tetaplah di Jakarta. Yang di Propinsi, tetaplah di Propinsi saat ini tinggal. Yang di luar negeri seperti saya dan jutaan diaspora Indonesia di seluruh penjuru dunia, bersabarlah, in shaa Allah ada masanya kita bisa pulang ke kampung halaman.

Memang tak mudah. Ini sangat sulit! Itulah yang sedang kita alami. Namun jangan takut, kita tak sendiri. Kita harus senantiasa optimis.

Lebih dari 200 negara di dunia mengalaminya. Lebih 2 juta manusia sudah terkena virus ini. Tak hanya rakyat biasa, para pekerja kesehatan pun turut terkena.

Semua kita rentan terkena. Tanpa kecuali.

Friday, April 10, 2020

SEDIH HATI KAMI: JENAZAH PERAWAT KOK DITOLAK


Membaca berita hari ini hati kami tersayat. Khususnya kami yang berprofesi sebagai perawat. Pedih rasanya.

Perawat adalah salah satu profesi diantara profesi lainnya yang sedang berjuang di tengah wabah corona.

Apakah pantas ketika seorang pejuang gugur di medan laga, lantas ditolak jenazahnya?

Kami bukan teroris. Kami bukan anarkis.

Walaupun sebagian orang menyebut kami pahlawan, tapi ketahuilah bahwa kami tak butuh itu. Kami hanya perlu dukungan. Kami hanya perlu kerjasama.

Jika ada diantara sejawat kami gugur di medan laga, terimalah mereka dengan baik. Jangan tolak jenazahnya.

Jenazah, apapun profesinya, apapun agamanya, apapun sukunya, mereka tak pernah minta pekuburan khusus, mereka tak pernah minta penghormatan khusus. Mereka hanya perlu dikuburkan dengan baik layaknya jenazah manusia pada umumnya.

Siapapun anda, beritahulah keluarga anda, saudara anda, tetangga anda, jangan sekali - kali menolak jenazah korban covid-19.

Tetaplah semangat sejawatku, dimana saja kalian berada.

Qatar, 9 April 2020.

Wednesday, April 08, 2020

CARA MUDAH TRANSFER UANG KE INDONESIA DARI WESTERN UNION QATAR


Di musim pandemi corona, pemerintah Qatar menutup sementara layanan transfer uang melalui Money Exchanges dan layanan pengiriman uang lainnya sejak 26 Maret 2020. Keputusan ini berlaku sampai dengan pemberitahuan berikutnya.

Di musim normal, para pekerja migran di Qatar biasa mengirimkan uang melalui Money Exchanges dan layanan online banking. Layanan Money Exchanges banyak dipakai oleh banyak pekerja, khususnya para pekerja buruh (labour). Nah, ditengah kondisi wabah covid-19, demi upaya pencegahan penularan virus corona, maka layanan tersebut ditutup sementara.

Dengan ditutupnya layanan Money Exchanges, para pekerja migran Indonesia di Qatar bisa memanfaatkan beberapa layanan pengiriman uang. Layanan tersebut diantaranya adalah Online banking, Ooredoo money, Western Union yang bekerjasama dengan Al fardan Exchange, dan layanan online dari exchanges lainnya.

Artikel ini akan menjelaskan cara pengiriman uang dari Qatar ke Indonesia melalui layanan Western Union yang bekerjasama dengan Al fardan Exchange. Berikut ini langkah - langkah yang harus anda ikuti:

Thursday, March 26, 2020

INSHA ALLAH


Artikel ini bukan murni buah pikiran saya. Artikel ini menuliskan kembali apa yang telah disampaikan oleh Prof. Dr. Quraish Shihab. Beliau dan putrinya Najwa Shihab mengisi sebuah acara ramadhan 1440 H dengan tajuk Shihab dan Shihab. Topik yang akan saya tulis kali ini berjudul Inshaa Allah.

Tentu kita tidak asing dengan kata yang satu ini. Sering sekali kita mengucapkan, sering sekali pula kita mendengarnya. Lantas, apa makna yang sebenarnya dari kata Inshaa Allah? Simak uraian Prof. Dr. Quraish Shihab berikut ini. 

Tanda-tanda pengabdian dan kepatuhan kepada Allah itu ada 3: 
1. Menjadikan setiap aktivitas sebagai wujud kepatuhan atas perintah dan menjauhi segala laranganNya.
2. Apa yang kita genggam atau miliki saat ini adalah milik Allah.
3. Tidak berkata memastikan apa yang kita lakukan kecuali dengan Insha Allah. 

Tidak ada yang terjadi kecuali kehendak Allah. Tapi jangan menggantungkan segala sesuatu kepada Allah tanpa adanya usaha dari kita sebagai umat manusia. Inshaa Allah diucapkan setelah usaha ditanamkan dalam diri kita. 
Ucapan inshaa Allah untuk "li tabarruk" mencari keberkahan Allah. 

Pangkalan tempat muslim bertolak itu Allah dan pelabuhan tempat bersauh adalah Allah. Semua dari Allah. Apa yang dikehendaki Allah itulah yang terjadi. Yang tidak dikehendaki Allah tidak akan terjadi. 

Wallohu'alam bisshowab.