25 September 2018

#NgajiBarengGusmus: MUQODDIMAH HADITS ARBAIN NAWAWI

Sebuah kebanggaan bagi para penimba ilmu (Santri) di Pondok Pesantren. Mereka bisa menimba ilmu langsung dengan para Kyai. Mereka bisa belajar banyak tentang ilmu islam langsung dari sumbernya. Ilmu yang bersanad ke para ulama-ulama terdahulu, hingga ke junjungan kita Nabi Agung Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wasallam.

Tidak adanya kesempatan untuk mengaji di pondok pesantren bukanlah hal yang perlu disesali, khususnya bagi saya sendiri yang kini sudah semakin berumur. Kyai Mustofa Bisri (Gus Mus), Beliau adalah pengasuh pesantren Raudhotul Tholibin Rembang. Saya ngefans banget dengan beliau. Walau sudah berusia 60 tahunan, namun beliau masih aktif di sosial media, twitter dan instagram. Saya pun aktif mengikuti update-update beliau di kedua sosmed tersebut.

Nah, melalui GusMus Channel di Youtube, saya dan ribuan youtube viewers lainnya berkesempatan mengaji dengan beliau. Melalui artikel ini saya akan menuliskan pengajian beliau tentang Hadits Arbain Nawawi. Pengajian tersebut diunggah ke GusMus Channel sejak tanggal 8 Februari 2018 lalu. Hingga hari ini 25 September 2018 telah memasuki hadits yang ke-27.




Mari bersama-sama kita niatkan menimba ilmu 40 hadits Rasululullah dari seorang ulama besar dari bumi Syam, Imam Nawawi Rahimahullah. Dalam pengajian ini, Gus Mus duduk di lantai, sejajar dengan para santrinya. Para santri, muda tua duduk bersila, mengelilingi beliau. Berkhidmat mendengarkan setiap tausiyah yang disampaikan.

Di hadapannya terdapat sebuah meja kecil berkaki pendek, yang diatasnya dipasang microphone yang siap merekam suara beliau untuk di broadcast ke youtube secara live streaming. Sehingga kualitas suaranya pun bagus ketika ditonton oleh ribuan orang dari berbagai penjuru bumi. Termasuk saya yang saat ini menjadi pekerja migran di Qatar.

Sebagai pembuka majlis, Gus Mus membaca ummul kitab dan sholawat kepada kanjeng Nabi, yang dilanjutkan dengan do'a.

Kitab Hadits Arbain Nawawi merupakan kitab yang berisi 40 hadits yang paling populer diantara kitab-kitab arbain lainnya. Ada yang mengumpulkan hadits-hadits fiqih, hukum dan lainnya. Namun Imam Nawawi mengumpulkan 40 hadits induk yang diambil untuk menetapkan hukum oleh para ulama. Agama Islam dicari dalilnya, haditsnya ada di hadits arbain an nawawi.

Nama asli Imam Nawawi adalah Yahya (Abu Zakaria) Bin Syarafuddin. Julukan beliau adalah Muhyiddin.  Lahir di Nawa (dekat Damaskus, Suriah). Gus Mus sendiri pernah berziarah ke makamnya saat sebelum perang suriah berkecamuk hingga hari ini. Imam Nawawi ini berbeda dengan Imam Nawawi Al Bantani. Imam Nawawi lahir tahun 631 Hijriyah dan wafat di tahun 676 Hijriyah. Wafat di usia 45 tahun. Usianya pendek, namun kitabnya banyak sekali. Satu diantaranya adalah kitab arbain nawawi.

Muqoddimah Arbain Nawawi dibacakan. Memuji Nama Allah dan RasulNya. Mu'jizat Qu'ran yang ada hingga kini. Keistimewaan Rasululullah, diantaranya Jawami'ul kalim, perkataannya pendek namun berisi. Hadits-hadits dalam kitab ini sedikit tapi diurai ke berbagai bidang, fiqih, dan lainnya. Keistimewaan lainnya adalah Samakhatuddin, agama yang kepenak.

Samakha, nggak petenthengan (bhs jawa). Agama yang tidak memberatkan kita. Jika diperintah sesuatu, laksanakan semampunya. Sholat, bisanya alfatihah, fatihah saja, kasil sembahyange. Sholat bisanya allohu akbar, allohu akbar saja. Pelafalan 'ain, karena terbiasa dengan huruf jawa, maka dibaca 'ng. Alhamdulillahirobbil 'ngalamiin. Ya tetap dapat sholatnya.

Usai memuji Allah dan bersholawat atas RasulNya. Diriwayatkan oleh Sayyidina Ali Bin Abi Tholib, Abdullan Bin Mas'ud, Muadz Bin Jabbal, Abi Darda, Ibnu Umar, Ibn Abbas, Anas Bin Malik, Abi Hurairah, Abi Sai'd Al Khudry dengan banyak jalan, dengan riwayat bermacam-macam. Redaksinya bermacam-macam, tapi mirip-mirip.

Rasulullah berkata, "Siapa diantara umatku yang hafal 40 hadits dari urusan agamanya maka Allah membangkitkannya di surga dengan para ahli fiqih dan para ulama".

Di riwayat lain, redaksinya bukan dengan para ahli fiqih dan para ulama, melainkan membangkitkannya sebagai faqihan (ahli fiqih) dan 'aliman ('alim).

Riwayat Abi Darda, ...............syafian (menyafa'ati) dan syahidan (menyaksikan).

Riwayat Ibnu Mas'ud, .............masuklah dari 6 pintu surga yang diinginkan.

Riwayat Ibnu Ummar, ..............ditulis di dalam kelompok orang alim dan kelompok syuhada.

Gus Mus berpesan, hafalkan 1 hadits 1 hari, 40 hari hafal. Apalagi, kalau sehari 2, maka 20 hari hafal. Istilah di Indonesia sebenarnya salah kaprah. Huffadz sebenarnya istilah ahli hadits. Untuk penghafal Qur'an itu seharusnya  Hamilul Qur'an atau Hamalatul Quran (jamak).

Sepakat ahli-ahli hadits, bahwa hadits tersebut adalah hadits dhoif. Walaupun banyak jalan riwayatnya hadits. Shohih maupun dhoif itu berkaitan dengan riwayat, bukan nash nya hadits. Jadi jika ada yang dhoif, bukan lemah secara materi, namun lemah secara perawinya.

Syarat-syarat perawi yang paling ketat itu diterapkan oleh Imam Bukhari. Assahul Kutub Ba'dal Quran (Kitab paling shahih setelah Quran). Siapa pembawa hadits yang bisa dipercaya. Sangat ketat. Bukan hanya hafalannya, kejujurannya, tapi akhlak juga menjadi syarat.

Dalam sebuah riwayat, Imam Bukhari berkilo-kilo pernah mendatangi suatu tempat untuk mencari perawau hadits, orang tersebut sedang melakukan perbuatan sia-sia (dicontohkan sedang main burung merpati dan berludah ke arah kiblat), maka beliau pun tidak jadi mengambil perawi tersebut. Walaupun sebagian besar perawinya bagus, tapi ada satu perawi yang tidak memenuhi kriteria, maka hadits tersebut menjadi dhaif. Hadits dhoif boleh dipakai untuk fadhoil a'mal.

Banyak sekali ulama yang mengumpulkan 40 hadits ke dalam kitab. Ulama-ulama yang pernah menyusun kitab 40 hadits diantaranya:
1. Abdullah Ibn Mubarak, beliau yang pertama kali.
2. Muhammad Bin Aslam At Tusi, al alimul rabbani, orang yang alim. ahli sufi.
3. Hasan Ibn Sufyan An Nasai
4. Abu Bakr Al Ajuri
5. Abu Bakr Muhammad Ibn Ibrahim Asbahani
6. Daruquthni
7. Hakim
8. Abu Nua'im
9. Abu Abdillah
10. Abu Abdirrahman As Sulami
11. Abu Sa'id Al Malini
12. Abu Usman As Shobuni
13. Abdullah Ibn Muhammad Al Anshori
14. Abu Bakr Al Baihaqi
dan banyak lagi. Ulama-ulama terdahulu hingga ulama masa kini.

Bersambung....








15 August 2018

PUISI GUSMUS: KEPADA ANAKKU



Oleh Mustofa Bisri, 2001

Anakku..
Seperti kata seorang pujangga
Kau bukan milikku
Kau adalah anak jamanmu
Seperti aku adalah anak jamanku

Tapi anakku..
Kau bisa belajar dari jamanku
Untuk membangun jamanmu
Kau bisa membuang sampah jamanku
Untuk membersihkan jamanmu
Dan mengambil mutiara-mutiaranya
Untuk memperindahnya

Anakku
Sejak jaman nenek moyangmu
Kemerdekaan merupakan dambaan
Bersyukurlah ini
Kemerdekaan telah berada di tanganmu

Kemerdekaan jika kau tahu hakekatnya oh anakku
Bisa membuatmu kuat, liat
Bisa membuatmu kreatif dan giat
Kemerdekaan adalah pusakamu paling keramat

Tapi anakku..
Apakah kau sudah benar-benar merdeka
Atau baru merasa merdeka
Ketahuilah anakku
Merdeka bukan berarti boleh berbuat sekehendak hati

Jika demikian kemerdekaan
Tak ada bedanya dengan anarki
Karena kau tak hidup sendiri
Bagiku menabrak kemerdekaan pihak lain
Kemerdekaanmu harus berhenti

Ingatlah anakku..
Kau tak akan pernah benar-benar merdeka
Sebelum kau mampu 
Melepaskan diri dari belenggu perbudakan
Oleh selain Tuhanmu

Termasuk penjajahan
Oleh nafsumu sendiri
Jadilah hanya hamba Tuhanmu
Maka kau akan benar-benar merdeka


Oh anakku..
Sejak jaman nenek moyangmu
Orang merdeka sekalipun
Tak mampu membangun kehidupan
Bila kebenaran dan keadilan tak ditegakkan

Sedangkan kebenaran dan keadilan
Tak pernah bisa ditegakkan
Tak bisa ditegakkan dengan kebencian
Tak bisa...Tak bisa..tak bisa ditegakan dengan kebencian

Anakku..
Kebenaran dan keadilan bagi kebahagiaan hidup bersama
Hanya bisa ditegakkan dengan kasih sayang
Karena kasih sayang berasal dari Tuhan
Dan kebencian dari setan

Anakku..
Ada seratus kasih sayang Tuhan
Satu diantaranya diturunkan ke bumi
Dianugerahkan kepada mereka yang Ia kehendaki
dan Ia kasihi
Termasuk induk kuda yang sangat hati-hati
Meletakkan kakinya takut menginjak anaknya sendiri

Alhamdulillah
Aku dan ibumu ..Tsuroiya
Mendapatkan itu
Karena itu mengasihi dan menyayangimu

Harapan dan doa kami 
Kaupun mendapatkan bagian
Kasih sayang itu 
Untuk mengasihi menyayangi suamimu
Anak-anakmu dan sesamamu


11 June 2018

MUDIK? SIAPKAN SELALU PLAN B!

Selama lebih dari 15 tahun ngalami yang namanya bepergian jauh. Dari antar kota, antar propinsi, antar pulau hingga antar negara. Banyak ragam pengalaman yang saya lalui. Dari moda transportasi darat, air dan udara. Dari yang tepat waktu sampai yang terkadang delayed (tertunda).

Jadwal tunda dalam sebuah perjalanan menjadi pengalaman yang tak mengenakkan. Dari mulai waktu yang terbuang, connecting transport yang tak terkejar sampai rela nginep di rumah orang. Jika diceritakan lumayan panjang juga.

Pengalaman terakhir yang nggak mengenakkan adalah perjalanan mudik saya tahun ini. Kemarin sore waktu Qatar, saya meluncur dari lokasi akomodasi saya di perantauan menuju ke Hamad International Airport di Doha. Malam itu saya akan menaiki pesawat Oman Air dengan rute Doha-Muscat-Jakarta.

Jadwal keberangkatan dari Doha direncanakan jam 21:35 malam. Sejak awal keberangkatan, check in, hingga masuk ruang tunggu semua berjalan lancar. Namun perjalanan menjadi sebuah pengalaman tak mengenakkan ketika satu jam sebelum jadwal take off, penumpang belum juga boarding. Wah..bisa jadi delayed nih (batin saya). Dan...ternyata benar. Jadwal Oman Air ditunda keberangkatannya menjadi jam 22:50.

Kepala pun jadi pusing rasanya. Musim mudik lagi rame-ramenya. Langsung kepikiran kalau-kalau kereta jam 16:30 keesokan harinya tak terkejar. Plan B pun dijalankan. Segera saja saya booking tiket kereta, Alhamdulillah dengan aplikasi ticket online akhirnya dapat juga. Masih ada sisa 1 tiket untuk keberangkatan jam 20:15.

Tapi rasa pusing pun belum juga hilang, karena tiket yang saya beli belum juga terkonfirmasi hingga satu jam usai transfer. Ya sudahlah, akhirnya saya berpasrah diri. Sambil bersiap boarding untuk melanjutkan perjalanan udara ke Muscat, Oman.

Setiba di Oman, ada lagi masalah muncul. Walau bukan masalah besar, tapi sempat membuat jantung dag dig dug. Karena jam keberangkatan Muscat-Jakarta sudah mepet. Boarding pass bermasalah. Tak bisa discan. Lagi-lagi harus rela ngantri di transfer counter check in untuk ngeprint ulang boarding pass. Singkat cerita saya pun bisa masuk ke ruang tunggu. Tak sampai sepuluh menit di ruang tunggu, penumpangpun diminta masuk ke pesawat.

Jadwal tiba jam 13:20 di Jakarta pun tak terkejar. Pesawat baru tiba di Jakarta jam 13:52 menit. Pesanan tiket kereta srmalam ternyata gagal. Bukalapak mengembalikan semua uang yang saya transfer. Untuk melanjutkan Plan B, saya pun segera mencari tiket kereta lagi. Alhamdulillah, dapat kereta jam 21:00. Langsung saya bayar, dan sukses.

Jam 14:50 saya sudah berada di Taksi menuju stasiun gambir. Hanya bisa meminta supir taksi agar bisa di Gambir sebelum 16:30. Sang supir tak menjanjikan, tapi akan berusaha. Maklum lah musim mudik, bisa saja jalanan Jakarta masih macet.

Alhamdulillah, tepat 15:30 taksi blue bird yang saya naiki tiba di stasiun gambir. Lega rasanya. Walau harus rela tiket kereta yang barusan saya beli hangus, tapi hati ini lega sekali karena bisa naik Kereta Bima yang sudah saya beli sejak tiga bulan lalu. Tiket Purwojaya jam 21:00 yang saya beli tadi setiba di Cengkareng tak sempat saya refund di Gambir. Antrian refund begitu mengular. Maka saya pun harus rela menghanguskan uang tiket tersebut. Semoga berkah untuk PT. KAI.

Inilah sekelumit kisah saya. Kisah perjalanan mudik tahun 2018. Kisah anak rantau yang pulang kampung untuk bersua dengan orangtua, keluarga dan sanak saudara. Ada-ada saja kisah hidup ini. 

Hikmah yang bisa diambil adalah selalu siapkan Plan B dalam setiap perjalanan. Bawa selalu uang yang cukup, internet banking, ATM, Credit Card (jika perlu) dan nomor kontak penting. Jadi ketika kondisi darurat muncul, kita sudah menyiapkan antisipasinya. Jangan sampai kita terlantar di tengah perjalanan. Wallohua'lam bisshowab.

Jakarta, 11 Juni 2018
Dari Dukhan-Doha-Muscat-Cengkareng-Gambir-Purwokerto menuju Purbalingga.