13 January 2019

Apakah Ruhudda'wah Di Negeri Kita Sudah Menurun?


Gus Mus: Apa Pak Quraish setuju bahwa saat ini ruhudda'wah itu sudah menurun?

Prof. Quraish Shibab: "Ya saya kira dakwah belum terlaksana sesuai apa yang semestinya. Banyak kekurangan.

Yang pertama (yang ingin saya garis bawahi). Seringkali Da'i itu turun ke tingkat sasarannya. Sasaran senang. Ketawa. Sasaran senang ini Da'i turun kesana. Menjadilah ia penghibur.

Padahal mestinya Da'i itu meningkatkan sasarannya ke tingkat yang lebih tinggi. Sukses dakwah itu tidak diukur dari gelak tawa orang. Tidak juga oleh ratap tangisnya. Tapi diukur apakah bertambah pengetahuannya.

Kalau bukan pengetahuannya, apakah bertambah kesadarannya, untuk menjadi muslim yang baik, menjadi bangsa yang baik, warga negara yang baik. Itu dakwah.

Jadi mungkin ada kekurangan kita dalam berdakwah ini.

Bahkan bisa jadi ada dakwah yang justru bertentangan, ada dakwah, ada pendakwah yang tidak mempersiapkan diri untuk menyampaikan sesuatu sehingga dia salah.

Ada Da'i yang tidak malu saya tidak tahu.

Ada dakwah yang sedemikian keras, padahal agama berkata bersikap lemah lembutlah. Ya kan? Nah ini yang bisa kita temukan, paling tidak dari sebagian Muballight kita, Da'i kita.

Catatan Hari ini dari penggalan singkat Wawancara Gus Mus dengan Prof. Quraish Shihab yang tayang di Youtube GusMus Channel 14-01-2018. Semoga bermanfaat.



25 September 2018

#NgajiBarengGusmus: MUQODDIMAH HADITS ARBAIN NAWAWI

Sebuah kebanggaan bagi para penimba ilmu (Santri) di Pondok Pesantren. Mereka bisa menimba ilmu langsung dengan para Kyai. Mereka bisa belajar banyak tentang ilmu islam langsung dari sumbernya. Ilmu yang bersanad ke para ulama-ulama terdahulu, hingga ke junjungan kita Nabi Agung Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wasallam.

Tidak adanya kesempatan untuk mengaji di pondok pesantren bukanlah hal yang perlu disesali, khususnya bagi saya sendiri yang kini sudah semakin berumur. Kyai Mustofa Bisri (Gus Mus), Beliau adalah pengasuh pesantren Raudhotul Tholibin Rembang. Saya ngefans banget dengan beliau. Walau sudah berusia 60 tahunan, namun beliau masih aktif di sosial media, twitter dan instagram. Saya pun aktif mengikuti update-update beliau di kedua sosmed tersebut.

Nah, melalui GusMus Channel di Youtube, saya dan ribuan youtube viewers lainnya berkesempatan mengaji dengan beliau. Melalui artikel ini saya akan menuliskan pengajian beliau tentang Hadits Arbain Nawawi. Pengajian tersebut diunggah ke GusMus Channel sejak tanggal 8 Februari 2018 lalu. Hingga hari ini 25 September 2018 telah memasuki hadits yang ke-27.




Mari bersama-sama kita niatkan menimba ilmu 40 hadits Rasululullah dari seorang ulama besar dari bumi Syam, Imam Nawawi Rahimahullah. Dalam pengajian ini, Gus Mus duduk di lantai, sejajar dengan para santrinya. Para santri, muda tua duduk bersila, mengelilingi beliau. Berkhidmat mendengarkan setiap tausiyah yang disampaikan.

Di hadapannya terdapat sebuah meja kecil berkaki pendek, yang diatasnya dipasang microphone yang siap merekam suara beliau untuk di broadcast ke youtube secara live streaming. Sehingga kualitas suaranya pun bagus ketika ditonton oleh ribuan orang dari berbagai penjuru bumi. Termasuk saya yang saat ini menjadi pekerja migran di Qatar.

Sebagai pembuka majlis, Gus Mus membaca ummul kitab dan sholawat kepada kanjeng Nabi, yang dilanjutkan dengan do'a.

Kitab Hadits Arbain Nawawi merupakan kitab yang berisi 40 hadits yang paling populer diantara kitab-kitab arbain lainnya. Ada yang mengumpulkan hadits-hadits fiqih, hukum dan lainnya. Namun Imam Nawawi mengumpulkan 40 hadits induk yang diambil untuk menetapkan hukum oleh para ulama. Agama Islam dicari dalilnya, haditsnya ada di hadits arbain an nawawi.

Nama asli Imam Nawawi adalah Yahya (Abu Zakaria) Bin Syarafuddin. Julukan beliau adalah Muhyiddin.  Lahir di Nawa (dekat Damaskus, Suriah). Gus Mus sendiri pernah berziarah ke makamnya saat sebelum perang suriah berkecamuk hingga hari ini. Imam Nawawi ini berbeda dengan Imam Nawawi Al Bantani. Imam Nawawi lahir tahun 631 Hijriyah dan wafat di tahun 676 Hijriyah. Wafat di usia 45 tahun. Usianya pendek, namun kitabnya banyak sekali. Satu diantaranya adalah kitab arbain nawawi.

Muqoddimah Arbain Nawawi dibacakan. Memuji Nama Allah dan RasulNya. Mu'jizat Qu'ran yang ada hingga kini. Keistimewaan Rasululullah, diantaranya Jawami'ul kalim, perkataannya pendek namun berisi. Hadits-hadits dalam kitab ini sedikit tapi diurai ke berbagai bidang, fiqih, dan lainnya. Keistimewaan lainnya adalah Samakhatuddin, agama yang kepenak.

Samakha, nggak petenthengan (bhs jawa). Agama yang tidak memberatkan kita. Jika diperintah sesuatu, laksanakan semampunya. Sholat, bisanya alfatihah, fatihah saja, kasil sembahyange. Sholat bisanya allohu akbar, allohu akbar saja. Pelafalan 'ain, karena terbiasa dengan huruf jawa, maka dibaca 'ng. Alhamdulillahirobbil 'ngalamiin. Ya tetap dapat sholatnya.

Usai memuji Allah dan bersholawat atas RasulNya. Diriwayatkan oleh Sayyidina Ali Bin Abi Tholib, Abdullan Bin Mas'ud, Muadz Bin Jabbal, Abi Darda, Ibnu Umar, Ibn Abbas, Anas Bin Malik, Abi Hurairah, Abi Sai'd Al Khudry dengan banyak jalan, dengan riwayat bermacam-macam. Redaksinya bermacam-macam, tapi mirip-mirip.

Rasulullah berkata, "Siapa diantara umatku yang hafal 40 hadits dari urusan agamanya maka Allah membangkitkannya di surga dengan para ahli fiqih dan para ulama".

Di riwayat lain, redaksinya bukan dengan para ahli fiqih dan para ulama, melainkan membangkitkannya sebagai faqihan (ahli fiqih) dan 'aliman ('alim).

Riwayat Abi Darda, ...............syafian (menyafa'ati) dan syahidan (menyaksikan).

Riwayat Ibnu Mas'ud, .............masuklah dari 6 pintu surga yang diinginkan.

Riwayat Ibnu Ummar, ..............ditulis di dalam kelompok orang alim dan kelompok syuhada.

Gus Mus berpesan, hafalkan 1 hadits 1 hari, 40 hari hafal. Apalagi, kalau sehari 2, maka 20 hari hafal. Istilah di Indonesia sebenarnya salah kaprah. Huffadz sebenarnya istilah ahli hadits. Untuk penghafal Qur'an itu seharusnya  Hamilul Qur'an atau Hamalatul Quran (jamak).

Sepakat ahli-ahli hadits, bahwa hadits tersebut adalah hadits dhoif. Walaupun banyak jalan riwayatnya hadits. Shohih maupun dhoif itu berkaitan dengan riwayat, bukan nash nya hadits. Jadi jika ada yang dhoif, bukan lemah secara materi, namun lemah secara perawinya.

Syarat-syarat perawi yang paling ketat itu diterapkan oleh Imam Bukhari. Assahul Kutub Ba'dal Quran (Kitab paling shahih setelah Quran). Siapa pembawa hadits yang bisa dipercaya. Sangat ketat. Bukan hanya hafalannya, kejujurannya, tapi akhlak juga menjadi syarat.

Dalam sebuah riwayat, Imam Bukhari berkilo-kilo pernah mendatangi suatu tempat untuk mencari perawau hadits, orang tersebut sedang melakukan perbuatan sia-sia (dicontohkan sedang main burung merpati dan berludah ke arah kiblat), maka beliau pun tidak jadi mengambil perawi tersebut. Walaupun sebagian besar perawinya bagus, tapi ada satu perawi yang tidak memenuhi kriteria, maka hadits tersebut menjadi dhaif. Hadits dhoif boleh dipakai untuk fadhoil a'mal.

Banyak sekali ulama yang mengumpulkan 40 hadits ke dalam kitab. Ulama-ulama yang pernah menyusun kitab 40 hadits diantaranya:
1. Abdullah Ibn Mubarak, beliau yang pertama kali.
2. Muhammad Bin Aslam At Tusi, al alimul rabbani, orang yang alim. ahli sufi.
3. Hasan Ibn Sufyan An Nasai
4. Abu Bakr Al Ajuri
5. Abu Bakr Muhammad Ibn Ibrahim Asbahani
6. Daruquthni
7. Hakim
8. Abu Nua'im
9. Abu Abdillah
10. Abu Abdirrahman As Sulami
11. Abu Sa'id Al Malini
12. Abu Usman As Shobuni
13. Abdullah Ibn Muhammad Al Anshori
14. Abu Bakr Al Baihaqi
dan banyak lagi. Ulama-ulama terdahulu hingga ulama masa kini.

Bersambung....








15 August 2018

PUISI GUSMUS: KEPADA ANAKKU



Oleh Mustofa Bisri, 2001

Anakku..
Seperti kata seorang pujangga
Kau bukan milikku
Kau adalah anak jamanmu
Seperti aku adalah anak jamanku

Tapi anakku..
Kau bisa belajar dari jamanku
Untuk membangun jamanmu
Kau bisa membuang sampah jamanku
Untuk membersihkan jamanmu
Dan mengambil mutiara-mutiaranya
Untuk memperindahnya

Anakku
Sejak jaman nenek moyangmu
Kemerdekaan merupakan dambaan
Bersyukurlah ini
Kemerdekaan telah berada di tanganmu

Kemerdekaan jika kau tahu hakekatnya oh anakku
Bisa membuatmu kuat, liat
Bisa membuatmu kreatif dan giat
Kemerdekaan adalah pusakamu paling keramat

Tapi anakku..
Apakah kau sudah benar-benar merdeka
Atau baru merasa merdeka
Ketahuilah anakku
Merdeka bukan berarti boleh berbuat sekehendak hati

Jika demikian kemerdekaan
Tak ada bedanya dengan anarki
Karena kau tak hidup sendiri
Bagiku menabrak kemerdekaan pihak lain
Kemerdekaanmu harus berhenti

Ingatlah anakku..
Kau tak akan pernah benar-benar merdeka
Sebelum kau mampu 
Melepaskan diri dari belenggu perbudakan
Oleh selain Tuhanmu

Termasuk penjajahan
Oleh nafsumu sendiri
Jadilah hanya hamba Tuhanmu
Maka kau akan benar-benar merdeka


Oh anakku..
Sejak jaman nenek moyangmu
Orang merdeka sekalipun
Tak mampu membangun kehidupan
Bila kebenaran dan keadilan tak ditegakkan

Sedangkan kebenaran dan keadilan
Tak pernah bisa ditegakkan
Tak bisa ditegakkan dengan kebencian
Tak bisa...Tak bisa..tak bisa ditegakan dengan kebencian

Anakku..
Kebenaran dan keadilan bagi kebahagiaan hidup bersama
Hanya bisa ditegakkan dengan kasih sayang
Karena kasih sayang berasal dari Tuhan
Dan kebencian dari setan

Anakku..
Ada seratus kasih sayang Tuhan
Satu diantaranya diturunkan ke bumi
Dianugerahkan kepada mereka yang Ia kehendaki
dan Ia kasihi
Termasuk induk kuda yang sangat hati-hati
Meletakkan kakinya takut menginjak anaknya sendiri

Alhamdulillah
Aku dan ibumu ..Tsuroiya
Mendapatkan itu
Karena itu mengasihi dan menyayangimu

Harapan dan doa kami 
Kaupun mendapatkan bagian
Kasih sayang itu 
Untuk mengasihi menyayangi suamimu
Anak-anakmu dan sesamamu