27 May 2018

Indahnya Silaturahmi dan Buka Bersama

Jam 10 pagi kami berangkat menuju ibukota Doha. Menyusuri jalan bebas hambatan (Dukhan Highway). Sejauh mata memandang, hamparan padang pasir disisi kanan dan kiri. Hawa panas di luar sudah mulai menyengat. Maklum saja musim panas tlah tiba.

Destinasi akhir kami adalah kediaman Pak Bangun. Beliau ini adalah rekan kerja dan tetangga kami di Dukhan beberapa tahun lalu. Saya sendiri mendampingi beliau selama kurang lebih 5 tahun menjadi pengurus di Paguyuban Keluarga Dukhan. Pak Bangun pindah ke ibukota Doha karena pindah tempat kerja di anjungan lepas pantai (Offshore Platform).

Usai singgah di Mall of Qatar, City Center dan Souq Waqif, kami berlima (Wisnu, Moedy, Agus, Ria dan saya sendiri) kemudian menuju sebuah apartemen di kawasan Alsaad. Lokasinya berseberangan dengan Rumah Sakit Umum Pusat Hamad (Hamad General Hospital). Kawasan ini sangat padat penduduk. Bangunan tinggi menjulang disana sini.

Satu jam sebelum berbuka kami tiba di kediaman Pak Bangun beserta keluarganya. Tepatnya di lantai 6. Sambil menunggu waktu berbuka, obrolan ngalor ngidul pun mengalir. Melepaskan lelah dan kangen karena lama tak bersua.

Tausiyah Kang Rashied kami lihat dan dengarkan bersama. Tausiyah yang disiarkan langsung oleh GTV dalam program Kampung Ramadan guna menyambut HUT SURABAYA.

Alhamdulillah, waktu berbuka tiba. Sajian kurma bertangkai dari Tunisia menjadi pembatal puasa kami. Dilanjutkan dengan es dawet khas Jumniem dan bakwan kriuks karya Bu Bangun. Sebelum lanjut ke menu utama, kami semua sholat berjamaah maghrib. Bakso Jumniem dengan kombinasi bakso urat, bakso telor dan bakso tahu menjadi suguhan berbuka yang istimewa.

Jumniem (Jumat Niekmat), warung rumahan yang dulu sempat populer bagi masyarakat Indonesia di Dukhan. Yang hanya buka tiap hari Jum'at. Khususnya bagi para bapak-bapak yang rela hadir langsung di kediaman Pak Bangun waktu itu. Bu Bangun sebagai Chef menyajikan batagor, cuanki, mie ayam bakso, bakwan kriuks, mendoan dan menu-menu pilihan lainnya.

Maka bukber kali ini menjadi obat kangen kami setelah sekian lama tak menyantapnya. Terima kasih Pak dan Bu Bangun. Semoga berkah dan manfaat fiddunya wal akhiroh. Jazakumullah Khoiron Katsiron.

Dukhan, 26 Mei 2018

14 May 2018

CATATAN GURU KELAS 6 UNTUK MURID-MURIDNYA

Oleh Bu Sugi SDIT Harum Pbg

Suara suara khas sudah tak kudengar lagi.
Celotehan dan canda hanya tinggal kenangan.
Satu persatu bayangan wajah kalian berkelebat.
Bangku bangku kosong tak berpenghuni.
Semua tinggal kenangan bersama kalian.
Diri ini yg terlalu cengeng mungkin.
Cukup Allah yg tahu semua yg dirasa hati ini.
Semoga kita dikumpulkan kelak di syurga Nya anak2 ku.
Ayo semangat Sholat Dhuha dan matsurat.
14 Mei 2018


04 May 2018

3 CATATAN PENTING SILATURAHIM PERMIQA IX

Dukhan, 3 Mei 2018 | Ada 3 hal penting yang menjadi catatan dalam silaturahim dan sosialisasi program PERMIQA IX malam tadi. Pak Prihandoko selaku Ketua PERMIQA IX menyampaikan 3 hal penting yang perlu menjadi perhatian masyarakat Indonesia di Qatar adalah Pesta Demokrasi Pilkada 2018, Pileg dan Pilpres 2019, yang kedua Rasionalisasi dan yang ketiga adalah terkait Situasi Kawasan.



Terkait erat dengan masyarakat Indonesia di Qatar adalah akan datangnya Pemilihan Presiden tahun 2019 mendatang. Saat ini proses pendaftaran pemilih sedang berjalan. Di Dukhan sudah ada 3 Pantarlih yaitu Pak Raflin, Pak Abdullah Alwi dan Pak Muhammad Arief. Diharapkan kepada seluruh warga Indonesia di Dukhan agar turut berperan aktif menyukseskan proses pendaftaran pemilih tersebut.

Hidup ini tak mungkinlah seragam. Hidup ini beragam. Maka jika ada perbedaan pendapat terkait pilihan-pilihan politik agar masing-masing pribadi bisa menjaga diri. Hindari perdebatan-perdebatan panjang yang bisa menjadi pemicu perpecahan. Sekedar berdiskusi itu bagus tapi jika ada perbedaan janganlah menjadi permasalahan panjang yang tak berujung. Utamakan kebersamaan di tengah perbedaan, itulah sekilas pesan yang disampaikan Ketua PERMIQA IX semalam.


Selain penyampaian visi misi PERMIQA IX, acara silaturahim dilanjut dengan penyampaian himbauan dari Ketua IMSQA, Ustad Abdullah. Beliau berharap semoga kegiatan Safari Ramadhan tahun ini bisa berjalan sesuai rencana.

noted by @sugengbralink.

22 April 2018

Nasihat Ustadz Hanan Attaki

Sebuah hal istimewa bagi saya sebagai seorang TKI adalah ketika bisa bersilaturahmi dengan public figur nasional. Hanan Attaki, seorang dai muda asal Aceh. Setiba di Qatar, beliau telah mengisi tausiyah di Alkhor, Messaeed dan Alkhor. 
Foto by Arief Hidayat
Semalam beliau mengisi safari dakwah di Wilayah Dukhan. Acara dihadiri oleh ratusan warga Paguyuban Keluarga Dukhan. Bapak-bapak, Ibu-ibu serta anak-anak.

Topik tausiyah tentang Kunci Meraih Ketenangan Hati. Beliau banyak berkisah tentang kehidupan para Nabi, Sahabat dan orang-orang sholih. Beliau berkisah bahwa setiap manusia memiliki permasalahan hidupnya masing-masing. Setiap individu pasti pernah merasakan galau, bete, baper, gelisah, dan bermacam permasalahan hidup lainnya.

Setiap permasalahan yang timbul adalah salah satu cara Allah untuk menjadikan diri kita semakin dewasa dan tangguh. Yang terpenting adalah setiap kita harus selalu ingat bahwa ada Allah Yang Maha Besar. Sebesar apapun masalah yang kita alami, tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan keMahaBesaran Allah Azza Wajalla.

Photo by Arief Hidayat
Dalam surah Ar Ra'd, kita diingatkan untuk senantiasa berdzikir kepada Allah. 
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ١٣:٢٨
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati-hati mereka menjadi tenteram dengan berdzikir (mengingat) kepada Allah. Ingatlah, hanya dengan berdzikir (mengingat) kepada Allah-lah, hati akan menjadi tenteram”. [QS Ar Ra’d/ 13:28].
Dengan berdzikir maka kita akan memperoleh ketenangan hati. Berdzikir yang dimaksud tak sekedar dzikir dalam lafadz, melainkan berdzikir dalam hati kita. Rasakan kedekatan Allah dalam setiap langkah kehidupan kita.

Dengan hati yang tenang, maka kita pun akan mendapatkan hidup yang tenang.

Dukhan, 21 April 2018

16 April 2018

BALSAM, BADMINTON & JUARA DUA

Dukhan Badminton Team berisi para pemain kawakan. Disitu ada Pak Rusmin, Pakde Syukri, Aa Noorholish, Abang Budi Prast, dan Mas Moedy. Pendatang baru dari wilayah lain ada Om Tri Eko. Sementara itu ada Sugeng sebagai pemain pendatang baru tapi stok lama. 😊

Walau tak ada regenerasi yang berarti, namun Dukhan Team masih mampu menunjukkan kemampuannya dalam BNI BADMINTON CHAMPIONSHIPS 2018 di Alkhor. Skuad utama yang terdiri dari 8 orang mampu mengantarkan team ini menjadi Runner Up. Di babak penyisihan mampu menyingkirkan Team RMBC dan Muthawwa. Dengan skor masing-masing 3:0.

Dari 12 team yang mengikuti turnamen ini, tersisa 4 team menuju babak semifinal. 4 team yang masuk final yaitu MBC-1, Indomediqa, IBAK dan Dukhan team.

Di babak semifinal, Team asuhan Pak Rusmin dan Pak Syukri ini mampu menghempaskan Team IBAK dengan skor akhir 2:1. Sehingga akhirnya sukses melaju ke babak final dan bertemu dengan Team MBC-1 dari Messaeed.

Di babak final, Team Dukhan harus mengakui kehebatan lawan dengan skor akhir 2:1. Satu-satunya kemenangan diperoleh oleh pasangan Rusmin/Budi Prast. Sementara pasangan Syukri/Moedy dan Noorholish/Dody belum mampu memenangkan pertandingan.

Kemudian di posisi ketiga dimenangkan oleh Indomediqa Team. Team ini mampu mengalahkan Team IBAK dengan skor akhir 2:1.

Mabrook dan Sukses untuk Team MBC-1 yang menjadi Juara BNI BADMINTON CHAMPIONSHIP 2018.

Dengan demikian, Team Dukhan belum mampu merebut posisi Juara yang pernah digondolnya dua tahun lalu di tempat yang sama.

Dibalik kesuksesan meraih posisi Runner Up, ada resep manjur yang belum banyak orang tau. Balsam panas g*liga menjadi resepnya. Lutut dan betis para pemain team Dukhan yang rata-rata sudah dibalut, semakin joss dengan olesan balsam panas ala g*eliga.

Harapannya, Team Dukhan bisa terus berpartisipasi di setiap Badminton Tournament di Qatar. Syukur-syukur bisa selalu menjadi Juara di setiap turnamen yang diikutinya (@sugengbralink-15/04/2018)