12 October 2017

CARA MUDAH TRANSFER BIAYA STR VIA INTERNET BANKING

Bagi anda yang saat ini sedang mengurus Surat Tanda Registrasi (STR) di Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI), baik yang baru maupun perpanjangan, info ini saya kira sangat penting.

Sesuai panduan pengurusan MTKI yang dirilis bulan Juni 2017, setiap aplikan yang menggunakan aplikasi web based MTKI dikenai biaya pengurusan STR sebesar Rp. 100.000' (Seratus Ribu Rupiah).

Biaya 100K bisa dibayarkan setelah aplikan menerima kode billing yang muncul secara otomatis dari web based MTKI. 

Pembayarannya bisa menggunakan fasilitas SIMPONI via ebanking. Setidaknya ada 78 Bank yang menerima pembayaran biaya pengurusan STR via layanan SIMPONI. Bank-bank tersebut diantaranya adalah BRI, BNI, MANDIRI, BCA, BNI SYARIAH, BPD, dan Bank-bank lainnya.


Pembayaran biaya pengurusan STR akan masuk ke dalam PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang masuk ke Ditjen Anggaran Republik Indonesia. Berikut ini tahapan pembayarannya via ebanking BNI:

1. Login ke internet banking BNI
2. Klik ke menu PEMBAYARAN TAGIHAN
3. Pilih menu PENERIMAAN NEGARA
4. Pilih menu PAJAK/PNBP/CUKAI
5. Pilih menu DITJEN ANGGARAN
6. Masukkan nomer KODE BILLING yang diterima saat registrasi via web based MTKI
7. Lanjutkan proses pembayaran selanjutnya dengan memasukkan kode TOKEN/PIN di layanan ebanking BNI.
8. Simpan bukti transfer untuk konfirmasi dengan web based MTKI.

Demikian tadi proses pembayaran biaya STR. Semoga bermanfaat. Panduan lengkap PENGGUNAAN WEB BASED MTKI bisa DOWNLOAD DISINI!

14 September 2017

#MerantauKeQatar: Tahun 2001, Tonggak Sejarah Perawat Indonesia di Qatar

Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah (Jas Merah), demikian pesan Bung Karno dalam Pidato terakhirnya pada tanggal 17 Agustus 1966. Kita tahu bahwa sejarah adalah rangkaian yang tak terpisahkan dengan keberadaan kita sekarang ini.

Ketika berbicara tentang keberadaan Perawat Indonesia di Qatar, kita akan ingat dengan seorang perawat Indonesia yang telah meletakkan batu pertama profesi ini. Beliau adalah Budi Setiawan (Allah Yarham).

Beliau adalah alumni Pendidikan Ahli Madya Keperawatan Depkes Semarang (kini Poltekkes Kemenkes Semarang, Prodi Keperawatan Semarang) tahun 1993. Semenjak lulus, Budi Setiawan melanjutkan karirnya di perusahaan AEA Jakarta. Perusahaan menempatkan beliau di Tambang Emas terbesar di Indonesia yaitu PT. Freeport Indonesia yang berlokasi di Tembaga Pura, Papua. Beliau bekerja di Rumah Sakit Tembagapura yang melayani para karyawan PT. Freeport dan masyarakat sekitar tambang.

Selama kurang lebih delapan tahun, beliau bekerja dan mengasah pengalaman kerjanya di lokasi kerja yang berhawa dingin tersebut. Maklum saja Tembaga Pura memang masih dikelilingi oleh kawasan hutan yang masih sangat lebat dan asri.

Kemudian pada tahun 2001, beliau memutuskan hijrah ke sebuah negara di kawasan Timur Tengah yang notabene suhu udaranya sangat bertolak belakang dengan kondisi di Papua. Budi Setiawan hijrah ke Qatar.
Budi Setiawan (Allah Yarham) In Memoriam
Kala itu, Budi Setiawan menjadi perawat Indonesia pertama yang menginjakkan kakinya di Qatar. Beliau bergabung dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) profesi lainnya untuk mengadu nasib di sebuah negara yang belum cukup dikenal kala itu. Negara kecil yang kaya migas namun belum sepopuler negara-negara tetangganya seperti Saudi dan UAE. Belum lagi penempatan kerjanya pun berlokasi sangat jauh dari ibukota negara. Semenjak bergabung di tahun 2001 hingga akhir hayatnya di bulan Oktober 2013, Budi Setiawan ditempatkan di kawasan industri migas di Dukhan. Letaknya sekitar 100 KM dari ibukota Doha.


Semenjak kedatangan beliau di tahun 2001, dari tahun ke tahun jumlah perawat Indonesia yang datang ke Qatar terus bertambah. Menurut catatan dari organisasi perawat Indonesia di Qatar (PPNI DPLN Qatar) secara berurutan, di tahun 2002 (3 perawat), 2003 (2 perawat), 2004 (10 perawat), 2005 (3 perawat), 2006 (21 perawat), 2007 (6 perawat), 2008 (9 perawat), 2009 (3 perawat), 2010 (1 perawat), 2011 (6 perawat), 2012 (4 perawat), 2013 (2 perawat) dan 2015 (1 perawat). Jika ditotal semuanya da 72 perawat. Namun seiring berjalannya waktu, ada yang meninggal dan ada yang resign, maka jumlahnya kini tinggal 61 perawat saja yang masih aktif bekerja.

Saya sendiri pernah bekerja bersama beliau. Saya bergabung ke Qatar di tahun 2008. Penempatan kerjanya sama persis dengan Mas Budi Setiawan. Kami kerja di satu klinik yang sama. Semasa hidupnya, beliau banyak bercerita tentang masa-masa awal kerjanya di Qatar. Beliau harus berjuang sendiri tanpa dukungan kawan-kawan sebangsa. Tidak seperti sekarang ini yang sudah semakin banyak kawan-kawan sebangsa, tak hanya di profesi yang sama, profesi lainpun sudah sangat banyak.
Beliau banyak berpesan tentang pentingnya profesionalisme dalam bekerja. Dengan kemampuan kita bekerja dengan baik maka profesionalisme kerja kita sebagai perawat akan dihargai. Beliau juga sering mengingatkan saya untuk menguasai bahasa asing. Utamanya bahasa arab dan inggris. Jangan sampai sudah lama bekerja di Qatar namun berbahasa arab sehari-hari dengan pasien saja tidak bisa. Bagaimana kamu bisa kerja dengan baik jika komunikasi dengan pasien saja tidak bisa, demikian pesan beliau yang selalu saya ingat saya sekarang.

Bulan ini bertepatan dengan bulan Dzulhijjah 1438 H, tepat empat tahun meninggalnya Budi Setiawan. Kami para perawat Indonesia yang saat ini masih tinggal dan bekerja di Qatar tak kan pernah lupa dengan jasa dan semangat perjuangan beliau. Beliaulah peletak batu pertama kiprah Perawat Indonesia di Qatar.

Semoga amal baik beliau yang telah membuka peluang kerja perawat Indonesia di Qatar, menjadi amal jariyah buat beliau. Kami senantiasa mendoakan, semoga beliau diampuni dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan di tempat terbaik disisiNya. Aamiin.

Qatar, 13 September 2017





01 September 2017

#MerantauKeQatar: HIKMAH IDUL ADHA 1438 H

HIKMAH IDUL ADHA 1438 H

Hari ini Jum'at wage, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriyah. Pemerintah Qatar memberikan libur lebaran haji tahun ini sejak 31 Agustus, dan akan berakhir 9 September nanti.

Masyarakat Indonesia di Dukhan, mengadakan silaturahmi warga selepas Sholat Idul Adha. Sebelum acara santap makanan khas Indonesia, diisi dengan santapan rohani yang disampaikan Ustad Fuady.

Beliau mengingatkan kita sekalian bahwa setiap yang berjiwa akan mati. Berbicara tentang kematian, masing-masing dari kita tidak ada yang tau kapan datangnya. Semua itu adalah Rahasia Allah. Hanya Allah lah yang tau, kapan hidup kita akan berakhir.

Berakhirnya hidup manusia ada dua kondisi, bisa su-ul khotimah, bisa juga khusnul khotimah. Agar bisa berakhir dengan khusnul khotimah, maka kita perlu tau, sebab-sebab apa saja yang membuat manusia mati su-ul khotimah dan khusnul khotimah. Simak uraian Ustad Fuady berikut ini:

Sebab-sebab manusia meninggal dalam keadaan sukhul khotimah diantaranya:

1. Menggampangkan dalam perkara sholat,
contohnya malas menunaikan sholat. Sholat itu sebagai qurrota'aini (pelipur hati). Jadikan sholat sebagai sebuah kebutuhan kita untuk dekat dengan Allah.

2. Meminum khomr. Bagi yg sdh pernah, maka menyesal. Hal ini sebagai salah satu syarat bertaubat yang sesungguhnya.

3. Menyakiti orang lain.  Ahlul hukama menyampaikan bahwa barangsiapa yg banyak kebencian kpd orang lain, maka dia akan semakin dekat dg kehancuran.

4. Durhaka kpd orang tua. Tdk sekadar memutus hubungan dengan keduanya tapi juga menyakiti hati orangtua.

Kemudian sebab-sebab khusnul khotimah, menurut Imam Syaikh Dzunnun Al Misri:

1. Mencintai dan memulyakan orang-orang soleh.
Hadits nabi: barangsiapa yg memuliakan orang alim, maka dia memuliakan aku (rasul), barangsiapa memuliakan rasul maka memuliakan allah, barangsiapa memuliakan allah maka tempat kembalinya adalah surga.

2. Rajin membaca alquran. Salah satu guna diciptakan lisan kita adalah untuk melafalkan alquran. Maka sempatkan untuk senantiasa membaca Alquran.

3. Sering bangun malam untuk qiyamul lail (tahajjud). Bangunlah walau waktunya menjelang sholat subuh. Yang terpenting belum masuk waktu subuh.

4. Sering duduk dengan para ulama (hadir di majlis ilmu). Walaupun dia tidak paham. Walaupun dia ngantuk. Walaupun dia asyik bermain game sendiri, ataupun dia tidak niat hadir di majlis ilmu sekalipun. Mereka semua mendapatkan kemuliaan majlis ilmu tersebut. Sayyidina Umar bin Khattab R.A. pernah menyampaikan bahwa tidak ada majlis yang Allah muliakan kecuali majlis-majlis ilmu.

5. Hati yang lembut. Kiat-kiatnya menurut Imam Ahmad dlm kitab Musnadnya, memegang rambut anak yatim dan bersedekah untuknya. Kemudian dengan sering bertafakur kepada Allah.

Ditulis di Qatar, 10 Dzulhijjah 1438 H.
@sugengbralink

31 August 2017

Akhirnya Tembus 500 Subscribers

Memang benar ya, segala sesuatu harus istiqomah. Terus berusaha. Jangan pantang menyerah. Walau kecil asal rutin, Inshaa Allah akan membuahkan hasil yang besar pula.

Sejak Juni lalu, saya mencoba menseriusi youtube channel sugengbralink. Tadinya sudah ada BralinkTV. Tapi karena satu dan lain hal, kini bralinktv nya status idle saja.

Dari yang tadinya 100an subscribers 2 bulan lalu, hari ini tembus 500 subscribers. Semoga para subscribers tetap setia di channel saya. Menantikan persembahan video-video menarik dari sugengbralink channel yang punya motto, capture every moment.

Yang belum subscribe, silahkan langsung dicek ke tkp, klik youtube.com/sugengbralink, lalu cari tulisan SUBSCRIBE yang berwarna merah, trus diklik tulisan tersebut.

Memang jumlah 500 belum bisa dikatakan jumlah yang besar layaknya jumlah subscribers dari para youtuber yang sudah terkenal. 

Kalau saya ini boleh dibilang sebagai youtuber pemula. Memang sih akunnya sudah di create sejak tahun 2013, namun sejak saat itu tak pernah diseriusi. Nah, sejak 2 bulan terakhir saya mencoba fokus, dan alhamdulillah banyak penggemar yang sudah memberikan kontribusinya untuk channel sugengbralink.

Thanks Guys!!!

26 August 2017

#MerantauKeQatar: Donut

Malam semakin larut. Waktu sudah menunjukkan jam 10 malam, tapi dirimu masih sibuk dengan adonan donat. Aku tak bisa membayangkan betapa lelahnya dirimu. Seharian sejak bangun pagi hingga malam menjelang, tak ada hentinya. Kesana kemari. Mengurusi tiga buah hati kita.

Aku yakin, anak-anak kita akan riang gembira ketika esok pagi mendapat sajian donut istimewa dari ibunya. I love you, as always.

Inilah curahan hati dari kekasih hatimu yang senantiasa merindukanmu dari kejauhan sana. Semoga setiap langkahmu adalah langkah kebaikan. Langkah-langkah yang akan menghantarkanmu menuju keridhoan Ilahi Robbi.