15 August 2018

PUISI GUSMUS: KEPADA ANAKKU


Oleh Mustofa Bisri, 2001

Anakku..
Seperti kata seorang pujangga
Kau bukan milikku
Kau adalah anak jamanmu
Seperti aku adalah anak jamanku

Tapi anakku..
Kau bisa belajar dari jamanku
Untuk membangun jamanmu
Kau bisa membuang sampah jamanku
Untuk membersihkan jamanmu
Dan mengambil mutiara-mutiaranya
Untuk memperindahnya

Anakku
Sejak jaman nenek moyangmu
Kemerdekaan merupakan dambaan
Bersyukurlah ini
Kemerdekaan telah berada di tanganmu

Kemerdekaan jika kau tahu hakekatnya oh anakku
Bisa membuatmu kuat, liat
Bisa membuatmu kreatif dan giat
Kemerdekaan adalah pusakamu paling keramat

Tapi anakku..
Apakah kau sudah benar-benar merdeka
Atau baru merasa merdeka
Ketahuilah anakku
Merdeka bukan berarti boleh berbuat sekehendak hati

Jika demikian kemerdekaan
Tak ada bedanya dengan anarki
Karena kau tak hidup sendiri
Bagiku menabrak kemerdekaan pihak lain
Kemerdekaanmu harus berhenti

Ingatlah anakku..
Kau tak akan pernah benar-benar merdeka
Sebelum kau mampu 
Melepaskan diri dari belenggu perbudakan
Oleh selain Tuhanmu

Termasuk penjajahan
Oleh nafsumu sendiri
Jadilah hanya hamba Tuhanmu
Maka kau akan benar-benar merdeka


Oh anakku..
Sejak jaman nenek moyangmu
Orang merdeka sekalipun
Tak mampu membangun kehidupan
Bila kebenaran dan keadilan tak ditegakkan

Sedangkan kebenaran dan keadilan
Tak pernah bisa ditegakkan
Tak bisa ditegakkan dengan kebencian
Tak bisa...Tak bisa..tak bisa ditegakan dengan kebencian

Anakku..
Kebenaran dan keadilan bagi kebahagiaan hidup bersama
Hanya bisa ditegakkan dengan kasih sayang
Karena kasih sayang berasal dari Tuhan
Dan kebencian dari setan

Anakku..
Ada seratus kasih sayang Tuhan
Satu diantaranya diturunkan ke bumi
Dianugerahkan kepada mereka yang Ia kehendaki
dan Ia kasihi
Termasuk induk kuda yang sangat hati-hati
Meletakkan kakinya takut menginjak anaknya sendiri

Alhamdulillah
Aku dan ibumu ..Tsuroiya
Mendapatkan itu
Karena itu mengasihi dan menyayangimu

Harapan dan doa kami 
Kaupun mendapatkan bagian
Kasih sayang itu 
Untuk mengasihi menyayangi suamimu
Anak-anakmu dan sesamamu






































11 June 2018

MUDIK? SIAPKAN SELALU PLAN B!

Selama lebih dari 15 tahun ngalami yang namanya bepergian jauh. Dari antar kota, antar propinsi, antar pulau hingga antar negara. Banyak ragam pengalaman yang saya lalui. Dari moda transportasi darat, air dan udara. Dari yang tepat waktu sampai yang terkadang delayed (tertunda).

Jadwal tunda dalam sebuah perjalanan menjadi pengalaman yang tak mengenakkan. Dari mulai waktu yang terbuang, connecting transport yang tak terkejar sampai rela nginep di rumah orang. Jika diceritakan lumayan panjang juga.

Pengalaman terakhir yang nggak mengenakkan adalah perjalanan mudik saya tahun ini. Kemarin sore waktu Qatar, saya meluncur dari lokasi akomodasi saya di perantauan menuju ke Hamad International Airport di Doha. Malam itu saya akan menaiki pesawat Oman Air dengan rute Doha-Muscat-Jakarta.

Jadwal keberangkatan dari Doha direncanakan jam 21:35 malam. Sejak awal keberangkatan, check in, hingga masuk ruang tunggu semua berjalan lancar. Namun perjalanan menjadi sebuah pengalaman tak mengenakkan ketika satu jam sebelum jadwal take off, penumpang belum juga boarding. Wah..bisa jadi delayed nih (batin saya). Dan...ternyata benar. Jadwal Oman Air ditunda keberangkatannya menjadi jam 22:50.

Kepala pun jadi pusing rasanya. Musim mudik lagi rame-ramenya. Langsung kepikiran kalau-kalau kereta jam 16:30 keesokan harinya tak terkejar. Plan B pun dijalankan. Segera saja saya booking tiket kereta, Alhamdulillah dengan aplikasi ticket online akhirnya dapat juga. Masih ada sisa 1 tiket untuk keberangkatan jam 20:15.

Tapi rasa pusing pun belum juga hilang, karena tiket yang saya beli belum juga terkonfirmasi hingga satu jam usai transfer. Ya sudahlah, akhirnya saya berpasrah diri. Sambil bersiap boarding untuk melanjutkan perjalanan udara ke Muscat, Oman.

Setiba di Oman, ada lagi masalah muncul. Walau bukan masalah besar, tapi sempat membuat jantung dag dig dug. Karena jam keberangkatan Muscat-Jakarta sudah mepet. Boarding pass bermasalah. Tak bisa discan. Lagi-lagi harus rela ngantri di transfer counter check in untuk ngeprint ulang boarding pass. Singkat cerita saya pun bisa masuk ke ruang tunggu. Tak sampai sepuluh menit di ruang tunggu, penumpangpun diminta masuk ke pesawat.

Jadwal tiba jam 13:20 di Jakarta pun tak terkejar. Pesawat baru tiba di Jakarta jam 13:52 menit. Pesanan tiket kereta srmalam ternyata gagal. Bukalapak mengembalikan semua uang yang saya transfer. Untuk melanjutkan Plan B, saya pun segera mencari tiket kereta lagi. Alhamdulillah, dapat kereta jam 21:00. Langsung saya bayar, dan sukses.

Jam 14:50 saya sudah berada di Taksi menuju stasiun gambir. Hanya bisa meminta supir taksi agar bisa di Gambir sebelum 16:30. Sang supir tak menjanjikan, tapi akan berusaha. Maklum lah musim mudik, bisa saja jalanan Jakarta masih macet.

Alhamdulillah, tepat 15:30 taksi blue bird yang saya naiki tiba di stasiun gambir. Lega rasanya. Walau harus rela tiket kereta yang barusan saya beli hangus, tapi hati ini lega sekali karena bisa naik Kereta Bima yang sudah saya beli sejak tiga bulan lalu. Tiket Purwojaya jam 21:00 yang saya beli tadi setiba di Cengkareng tak sempat saya refund di Gambir. Antrian refund begitu mengular. Maka saya pun harus rela menghanguskan uang tiket tersebut. Semoga berkah untuk PT. KAI.

Inilah sekelumit kisah saya. Kisah perjalanan mudik tahun 2018. Kisah anak rantau yang pulang kampung untuk bersua dengan orangtua, keluarga dan sanak saudara. Ada-ada saja kisah hidup ini. 

Hikmah yang bisa diambil adalah selalu siapkan Plan B dalam setiap perjalanan. Bawa selalu uang yang cukup, internet banking, ATM, Credit Card (jika perlu) dan nomor kontak penting. Jadi ketika kondisi darurat muncul, kita sudah menyiapkan antisipasinya. Jangan sampai kita terlantar di tengah perjalanan. Wallohua'lam bisshowab.

Jakarta, 11 Juni 2018
Dari Dukhan-Doha-Muscat-Cengkareng-Gambir-Purwokerto menuju Purbalingga.

07 June 2018

KHATAMAN RUMAH QURAN PURBALINGGA 2018

Alhamdulillah, perjuangan tiap sore yang harus rela melawan lelah jiwa raga usai sekolah dan kerja seharian berbuah manis. Hari ini, Rabu, 6 Juni 2018 bertepatan 21 Ramadhan 1439H diadakan Khataman 30 Juz bin nadhor dan juz 30 bilghoib.

Kegiatan berlangsung di Rumah Qur'an Ar Raudhah di Jl. DI Panjaitan Purbalingga. Acara berlangsung khidmat. Disertai dengan penyerahan Syahadah kepada semua santri.

Terima kasih istriku sayang yang telah mendampingi anak-anak menimba ilmu AlQur'an di Rumah Qur'an. Terima kasih untuk para ustad dan ustadzah. Ustad Eka dan lainnya. Semoga Allah memberikan keberkahan ilmu yang telah diajarkan.

04 June 2018

NILAI USBN DROP, LIFE MUST GO ON

Nilai USBN rendah yang jauh dari harapan memang menyakitkan dan menyedihkan. Tak hanya bagi para orangtua, para guru pun demikian (saya kira). Tapi kita harus yakin bahwa rendahnya nilai USBN bukanlah akhir dari segalanya. Jalan panjang kehidupan masih menanti anak-anak kita. *Life must go on!*

Semoga mereka akan mendapatkan hasil yang lebih baik dan terbaik di kemudian hari. Dan yang terpenting dari semuanya adalah bagaimana anak-anak mempunyai akhlakul karimah. Anak-anak yang senantiasa taat pada Allah dan Rasululullah Muhammad SAW. Anak-anak yang selalu berbakti pada kedua orangtuanya. Anak-anak yang akan menjadi generasi emas untuk bangsa dan tanah airnya.

Menjadi pintar itu penting, tapi menjadi orang yang berakhlak mulia itu jauh lebih penting.

#renunganhariini
#khususonbuatsayasendiri

01 June 2018

#EPS01 SHIHAB&SHIHAB: MARHABAN YAA RAMADHAN

Memasuki bulan suci Ramadhan, sering sekali kita mendengar ucapan atau membaca pesan MARHABAN YAA RAMADHAN. Trus apakah makna dibalik ucapan dan pesan tersebut. Channel Najwa Shihab dalam program Shihab & Shihab menghadirkan episode khusus ramadhan. Saya sebagai seorang pecinta program-program najwa shihab berinisiatif untuk menuliskan program khusus ramadhan tahun ini. Semoga catatan-catatan ini bisa diambil manfaatnya. Khususnya yang tidak punya waktu untuk melihat videonya secara langsung.

Abi Quraish Shihab menjadi narasumber acara ini. Beliau adalah ayahanda Mbak Najwa Shihab. Alumni Al Azhar University. Beliaulah penulis Tafsir Qur'an Al Misbah.


Menurut Abi Quraish Shihab, Marhaban Yaa Ramadan biasa diterjemahkan dengan Selamat Datang Ramadhan. Marhaban dari akar kata, marhaban memiliki dua makna.

1. Rakhba (tempat yang luas).
Seorang yang disambut dengan baik, dia dipersilahkan masuk di tempat yang luas. Tidak merasa sempit. Itu menggambarkan jiwa, perasaan begitu lega begitu lapang menyambut satu tamu.
Sehingga ketika kita mengucapkan Marhaban Yaa Ramadan itu mengisyaratkan kedatangan bulan ramadhan ini kita sambut dengan lapang dada, tidak kesal untuk berpuasa lagi. Hati gembira tanpa kesal.

2. Marhab (Stasiun)
Tempat kendaraan untuk mengambil bekal dan memperbaiki yang rusak atau yang kurang baik.

Maka dua makna besar dari marhaban yaa ramadhan adalah menyambut dengan gembira, memperbaiki apa yang kurang baik serta mengambil bekal sebanyak-banyaknya.

Di dalam bulan ramadhan ini ada yang dinamai i'tikaf. 10 malam terakhir di bulan ramadhan untuk melakukan introspeksi sehingga perjalanannya menuju Allah menjadi damai dan selamat.
Di dalam bulan ramadhan hendaknya mengambil bekal sebanyak mungkin dalam perjalan menuju Tuhan, salah satu yang dianjurkan adalah menitipkan bekal kita kepada orang lain dengan bersedekah. Ketika bersedekah, kita sebenarnya memberikan orang lain itu, dialah yang akan membawa ganjaran untuk kita di hari kemudian.

Bulan ramadhan memang bulan istimewa. Beliau menyebutkan bahwa banyak sekali anugerah Allah, ada 3 anugerah Allah diantaranya:

1. Dia (Allah) mengabulkan doa seseorang sesuai dengan permintaan orang tersebut.
2. Dia (Allah) memberikan kepadanya yang dia tidak minta
3. Dia (Allah) memberikan bagaikan menurunkan hujan.

Di akhir episode, Abi Quraish Shihab menutup dengan membaca do'a:

Allohumma ahillahu 'alaina bil amni wal iman wassalaamati wal islam wal afiyati mijallallah war rizqon katsir.

Ya Allah hadirkanlah bulan ramadhan dengan rasa aman dan keimanan, keselamatan, leislaman serta afiyat yang agung dan anugerahkanlah kami kemampuan untuk melaksanakan ibadan di siang hari berpuasa dan di malam hari dengan membaca dan bertadarrus alqur'an.

Simak videonya: