Monday, March 26, 2012

Ayam & Bebek Goreng Pak Imam, Kuliner Khas Sokaraja


Waktu liburan yang hanya tiga minggu rasanya terlalu pendek. Namun apa mau dikata namanya saja sudah jatah perusahaan. Kalau nggak diambil hangus, kalau diambil pun rasanya kurang lama. Beginilah nasib pekerja migran. Harus berpisah dengan keluarga tercinta dalam waktu yang lumayan lama.

Seperti biasanya saat liburan, agendanya adalah wisata kuliner. Acara masak memasak di rumah pun menjadi berkurang. Waktu yang hanya tiga minggu dimanfaatkan untuk berbagai acara termasuk mengunjungi orang tua, saudara dan kerabat. Dan yang paling penting lagi adalah mengajak istri tercinta dan anak-anak melepas kerinduan setelah sekian lama berpisah. Jalan-jalan keliling kota yang tak begitu jauh dari rumah menjadi agenda yang tak pernah terlewat.

Sehabis acara jalan-jalan yang ada pasti cape dan pegal-pegal. Kalau nggak cape ya namanya bukan jalan-jalan ya…hehe…

Sore itu hari hujan. Mantel yang kami pakaipun basah kuyup. Malahan sebagain baju yang kami pakai pun turut basah.

Dari pagi kita sudah melakukan perjalanan dengan kendaraan roda dua yang kita punya. Rasa cape benar-benar menggelayut di badan. Rasa lapar pun kian terasa di perut.
Ketika melintas di kota gethuk Sokaraja, kita pun langsung teringat dengan sebuah restoran bebek dan ayam goreng Pak Imam. Restoran ini merupakan cabang baru dari sebuah warung tenda Sebelah barat Toko Besi Pelita dari pemilik yang sama yang didirikan sejak tahun 1993.

Karena saking banyaknya pengunjung, akhirnya di tahun 2011 warung tenda bebek goreng Pak Imam membuka sebuah restoran dengan tempat yang sangat representative dan gampang dicari.

Lokasi restoran ini berada di jajaran toko-toko 
gethuk goreng (jajajan khas banyumas) di kota Sokaraja. Tepatnya tak jauh dari sebuah lokasi ATM BCA tepatnya di depan SMP Negeri 1 Sokaraja, berada di sebelah kiri jalan kalo kita berjalan/berkendara dari arah Sokaraja menuju ke Purwokerto.

Kalau soal rasa, bebek dan ayam goreng Pak Imam memang Mak Nyuzz. Daging bebek yang sudah melalui proses presto sebelum digoreng, membuat bebek gorengnya empuk saat dinikmati.
Ditambah lagi dengan sajian menu lalapan kemangi, kobis, selada, daun singkong dan pepaya yang disajikan ala prasmanan (ambil sesukanya. Bagi anda yang suka bau-bauan, ada juga petai yang siap disantap. Selain itu ditemani juga dengan pilihan sambal 3 rasa yaitu sambal trasi, sambal bajak dan sambal mercon (sambal yang super pedas). Ada juga srundeng laos yang gurih rasanya serta oseng tempe dan lombok ijo yang semakin menggugah selera.

Tidak hanya menu bebek dan ayam goreng yang istimewa. Kita pun bisa memesan berbagai menu minuman, mau yang hangat ada, yang dingin juga ada. Aneka jus pun ditawarkan dengan harga yang super terjangkau.

Bagi anda yang ingin membawanya pulang ke rumah untuk keluarga atau tetangga, restoran bebek goreng Pak Imam juga menawarkan menu kotak dengan harga cukup 8500 rupiah. Untuk daftar harga lebih lengkap bisa dilihat di foto berikut.

Restoran yang beralamat di Jl.Jendral Soedirman Sokaraja (Depan SMP N 1 Sokaraja) ini, memang sangat cocok menjadi tempat ampiran saat lapar dan lelah habis jalan-jalan. Restoran ini juga dilengkapi dengan fasilitas Musholla, Kamar Mandi (toilet), Lesehan dan LCD TV.

Bagi anda yang ingin mengundang banyak orang, jangan khawatir. Restoran ini mampu menampung 60 orang. Mau acara arisan, ulang tahun dan meeting-meeting lainnya bisa digelar disini. Kalau booking tempat bisa hubungi no hp 0813-9224-4714 atau telp 0281-769-3236.

Semoga info kuliner bermanfaat bagi anda penikmat kuliner yang sempat berwisata ke wilayah Banyumas dan sekitarnya.


Tuesday, February 28, 2012

Putriku Mulai Menulis


Minggu lalu, kedua putri kami mengunjungi rumah mbah kakung dan mbah putri bareng ibunya. Hari minggu merupakan hari libur sekolah istri dan anak-anak kami.

Putri pertama kami sudah memasuki usia 6 tahun dan akan memasuki bangku sekolah dasar di tahun ajaran 2012. Sementara putri kedua juga tak mau ketinggalan. Putri kedua yang memasuki usia 3 tahun di akhir Desember tahun lalu, akan masuk ke play group di tahun yang sama dengan kakaknya.

Seperti biasanya setiap liburan, kedua putri kami akan mengunjungi rumah mbah dan juga ke rumah mbah-mbah lik nya. Yang tak ketinggalan dan mesti serunya, mereka akan bermain dengan anak-anak seumuran mereka, baik yang masih saudara atau sekedar tetangga rumah.

Satu hal yang menarik adalah ketika istriku bercerita bahwa putri pertama kami memulai membuat sebuah tulisan pendek. Anak kami bilang 'aku mau buat surat buat lilik Ririn'...lilik ririn adalah tantenya.

"Lilik ririn sedang duduk sama dira. Lilik ririn sama dira sedang mainan jedug-jedugan."

Dua kalimat diatas adalah copy tulisan putri kami, Nasywa Yanri. Walaupun hanya berisi 2 kalimat, tapi saya sangat surprised. Karena apa, karena putri kami ini baru sekolah di TK dan ngga ada yang mengajari sebelumnya tentang menulis. Apalagi menulis sampe 2 kalimat panjangnya. Karena kami tahu bahwa seusianya masih menjadi usia bermain.

Semoga tulisan 2 barisnya itu akan menjadi awal munculnya tulisan-tulisan putri kami ini. Tulisan-tulisan yang bisa mengubah dunia menjadi lebih baik dan mencerahkan kehidupan. Tulisan-tulisan yang bisa bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan sesamanya.

Dukhan, 27 Feb 2012
Sugeng Bralink

Saturday, February 11, 2012

Cara Menangani Emosi Anak

                   Minggu ini memasuki minggu kedua di bulan Februari 2012. Musim dingin masih terus bergelayut di bumi Qatar. Tak terasa, sudah hampir 4 tahun saya harus rela berpisah dengan istri dan anak-anak. Berpisah dengan keluarga dan kekasih hati. Kami harus merelakan hati untuk dipisahkan oleh jarak karena tuntutan pekerjaan.
          Terkadang saya sendiri sebagai kepala rumah tangga merasa bersalah. Tapi bagaimana lagi. Ini sudah menjadi komiteman kami berdua sebagai orang tua. Kami memutuskan untuk berpisah jarak dan bertemu hanya 2 kali dalam setahun.
          Salah satu hal yang sangat menjadi perhatian adalah tentang merawat anak-anak. Bagaimanapun anak-anak pasti membutuhkan bimbingan dan asuhan orang tua. Mereka membutuhkan figur yang bisa menjadi contoh bagi kehidupannya. Merawat anak bukanlah sesuatu yang gampang tapi bukan sesuatu yang sulit. Yang penting kita sebagai orang tua harus terus belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik bagi anak-anaknya.
          “Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.” [QS Al A’raaf:189].
          “Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” [QS At Taubah: 24].
          Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” [QS An Nisaa:9].
          Merawat anak merupakan tanggung jawab orang tua, karena anak adalah amanah yang dititipkan oleh Sang Pencipta kepada hambaNya. Anak merupakan cobaan yang diberikan Allah kepada hambaNya. Orangtua wajib mendidik anak-anaknya ke jalan yang benar. Dengan berbagai permasalahan yang timbul, kami sebagai sebuah keluarga berusaha terus bersikap positif. Karena kami yakin bahwa setiap masalah yang hadir termasuk permasalahan anak-anak merupakan cara Allah menumbuhkan dan mendewasakan kita sebagai orang tua.
          “Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” [QS Al Anfaal:28].
          “Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.” [ QS At Taubah:55].
          “Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengadzab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka dalam keadaan kafir.” [QS At Taubah:85].
          ”Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” [QS Al Kahfi: 46].
          Mengisi waktu luang di sela waktu kerja, minggu ini saya meminjam sebuah buku dari seorang teman kerja. Sebenarnya saya nggak sengaja meminjam buku tersebut. Kebetulan saja ketika saya main ke rumahnya dan melihat banyak buku berjajar dalam rak buku, kemudian membangkitkan minat membaca saya. Tak sungkan saya pun meminjam buku tersebut. Sebuah buku yang inspiratif bagi orang tua, calon orang tua, guru dan perawat anak. Judul bukunya adalah “27 Cara Menangani Emosi Anak”. Sebuah buku karya Kak Dodo dan Kak Imam, terbitan luxima-Depok. Buku ini memasuki cetakan ketiga pada bulan Desember 2009.
          Walaupun saya sebagai kepala rumah tangga dan berada jauh dari istri dan anak-anak, tapi tetap saja saya adalah kepala rumah tangga. Alhamdulillah saya dikaruniai istri dan anak-anak yang insha allah shaliha. Terkadang kita dihadapkan pada permasalahan anak-anak. Anak-anak terkadang rewel, pemarah, susah diatur, suka menangis, pemalu, penakut dan permasalahan anak-anak lainnya. Permasalahan tersebut sebenarnya hanya menurut kita saja sebagai orang tua. Kalau dari sisi anak-anak, sikap-sikap tadi adalah merupakan cara anak-anak mengekspresikan dirinya. Sebagai orang tua yang baik hendaknya kita harus bisa memahami dunia anak-anak. Senakal-nakalnya anak, sesusah-susahnya anak, serewel-rewelnya anak, pada dasarnya bahwa anak-anak tetaplah anak-anak. Kita tidak bisa memaksakan kepada anak-anak untuk bisa bersikap seperti orang dewasa. Masa anak-anak adalah masa mengeksplorasi kehidupan untuk bisa belajar lebih banyak demi kehidupan dimasa datang.
          Melalui tulisan ini saya akan menuliskan beberapa catatan penting dalam buku nya Kak Dodo dan Kak Imam diatas. Memang tulisan ini tak akan bisa mewakili isi buku itu, tapi paling tidak ada tips-tips inspiratif yang bisa kita aplikasikan dalam mendidik anak-anak kita.
          Buku yang bagus ini diawali dengan firman allah QS at-tahrim: 6  yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dank eras, mereka tidak mendurhakai Allah dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya.”
          Kak Dodo dan Kak Imam mengutip Steve Biddulph, seorang pakar anak. Emosi adalah bagian dari sensasi tubuh yang sangat menonjol dan terasa yang kita rasakan dalam situasi tertentu. Steve melanjutkan bahwa ada empat emosi dasar yang selalu kita dan anak-anak alami yaitu marah, takut, sedih, dan gembira.
          Berikut tips-tips menangani dan menyikapi emosi anak-anak dari Kak Dodo dan Kak Imam.
          “Cara-cara penanganan yang nyaman kepada anak-anak adalah mengkombinasikan ketegasan dan kelembuatan kepada anak.
1. Tanyakan langsung apa yang harus dilakukan ketika terjadi masalah.
2. Setelah anak melakukan konsekuensi dari perilakunya dan sudah tenang, persilahkan anak untuk mengambil kesimpulan
3. Berikan ciuman dan pelukan sebagai tanda bahwa masalah sudah selesai.”
          “Sikap malu-malu terbentuk oleh situasi campuran antara ketidaksengajaan (accident) dan pengkondisian (conditioning).”
          “Agar anak lebih percaya diri perkenalkan lagu dan puisi. Buatlah karya bersama anak. Lakukan latihan dan tampilkan di depan orang lain.”
          “Dengarlah anak jika sedang bercerita tanpa memotong pembicaraan, bila sudah berhenti gali lebih dalam ceritanya.”
          “Buang belenggu ketika bersama anak, Lakukan totalisasi gerak sehingga anak tak sungkan lagi bersama kita.”
          “Mengobrol saat makan merupakan sarana efektif sebagai ajang komunikasi, serta alat pemecah belenggu yang cukup efisien.”
          “Mendongeng dijadikan pelajaran untuk anak berkespresi, memahami karakter, serta mampu memaknai sebuah cerita, ke depannya anak akan mampu menentukan jalan hidupnya.”
          “Dengan olahraga anak akan bergerak, dengan bergerak anak akan aktif berfikir, dengan aktif berfikir tidak ada lagi anak yang pendiam, maka di seluruh aktivitasnya otaknya selalu bekerja dan hidupnya akan lebih semangat.”
          “Banyak anak yang datang ke sekolah dalam kondisi tidak bahagia. Penyebabnya dapat karena banyak orang tua yang tidak menyadari betapa pentingnya membuat pagi hari ceria agar anak-anak berbahagia saat di sekolah. Jeritan suara seorang ibu yang membangunkan anaknya yang kemudian berganti dengan kata-kata omelan yang membosankan membuat pagi menjadi suram.”
          “Bermodalkan cara sederhana dan serius walaupun hanya beberapa menit saja, kita sesungguhnya mampu meredam tangisan anak tanpa sedikit pun tekanan dan teriakan dari kita yang justru membuat mereka takut dan menjauh.”
          “Lewat bermain, anak mempelajari lingkungannya, mendapatkan kesenangan dan penyaluran energy yang berlebih.”
          “Tips meredakan tangisan anak:
1. Menjaga saat menangis, dengan menyingkirkan semua barang-barang yang membuatnya bisa terluka.
2. Memegangi tubuhnya, namun tetap membuatnya tidak merasa kesakitan saat dipegang
3. Menjadi pendengar yang baik saat anak menangis dan regangkan pegangan saat ia sudah tidak meronta-ronta lagi.
4. Bertanya, kenapa anak menangis? Saat ia sudah berhenti menangis.”
          “Untuk para pendidik dan orang tua, seringlah memberikan energy positif berupa perkataan atau tindakan yang membuat anak jadi percaya diri dan tidak memilih menangis. Kata-kata positif adalah cara yang efektif. Anak-anak percaya apa yang anda katakana kepada mereka. Anak-anak bertindak sesuai dengan harapan anda. Kalau anda memusatkan perhatian pada sifat-sifat positif, anda akan membina sifat-sifat positif yang lebih kuat. Gunakan pujian dan dorongan yang mengajarkan anak-anak untuk menghargai dirinya sendiri.” Sal Severe, Ph.D, Psikolog dari Cartwright School Distric, Phoenix Arizona.
          “Intinya setiap anak unik dan harus kita perlakukan secara patut sesuai dengan kekhasan anak.”
          “Kegiatan diasingkan ini perlu dilakukan beberapa kali sampai anak mengerti bahwa menyelesaikan masalah dengan  bicara, tidak dengan marah dan menggunakan fisik seperti menendang atau memukul.”
          “Crossing tidak dilakukan terus-menerus. Ini merupakan pilihan terakhir, ketika segala alternative sudah dicoba.”
          “Frekuensi kedekatan dan interaksi orang tua atau guru terhadap anak akan berpengaruh juga pada perilaku anak.”
          “Dalam  bergaul anak masih membutuhkan teladan dari orang dewasa. Contoh perilaku yang sering diperlihatkan langsung kepada mereka, adlaah sarana efektif untuk mereka belajar bertingkah laku. Jika baik akan berimbas baik, begitu pun sebaliknya.”
          “Memaafkan ternyata menyehatkan. Ketika kita memaafkan orang lain, perbuatan orang lain yang membuat kita kesal menjadi menguap dari pikiran kita dan kita menjadi tenang.”
          ‘Tips memunculkan rasa kasih sayang kepada anak:
1. Jadikan anak-anak teman bagi guru-guru sehingga suasana sekolah tercipta hubungan yang sama-sama saling berbagi dan penuh kasih sayang.
2. Jadilah pendengar yang baik saat anak-anak berbicara dan pikiran benar-benar terpusat kepada anak yang sedang berbicara pada gurunya.
3. Menyapa dan berjabat tangan yang hangat, bahkan sampai memeluknya.
4. Memberikan pertolongan lebih cepat khususnya saat mereka sakit sehingga mereka lebih percaya kepada kita.”
          “Tips agar anak-anak menurut perintah orang tua:
1. Sebelum bicara mengenai aturan, terlebih dahulu lakukan pendekatan personal
2. Dalam menegur, jangan menggunakan kalimat destruktif
3. Alihkan perhatian anak pada hal yang lebih menarik dan menantang.”
4. Jangan pernah memebrikan reward sebelum mengerjakan sesuatu kegiatan, misalnya mengerjakan PR.
5. Buatlah perjanjian agar anak terikat dengan orang tua.”
          “Otak reptile hanya dapat berpikir dua hal saja, yaitu melawan atau kabur. Anak dalam keadaan marah tidak akan dapat untuk merenung.”
          “Cara belajar yang efektif untuk anak adalah dengan mereka secara konkret merasakan, maka mereka akan lakukan. Mereka lebih melihat teladan daripada kata-kata. Kita juga harus meyakini kemampuan mereka bahwa sebenarnya anak-anak pun bisa melakukan apa yang bisa kita lakukan.”
          “Tujuan akhir dalam hidup kita adalah menjadi hamba Allah yang menjadikan Al Qur’an mengatur kehidupannya. Siap menjalani gaya hidup islami sesuai dengan keyakinannya. Anak-anak perlu dilatih untuk menjadi hamba Allah yang tanpa tapi dalam menerima semua keputusan Allah.”
          “Tips agar anak lebih mandiri:
1. Usahakan anak untuk mengambil dan makan sendiri
2. Biarkan anak memakai sepatu tanpa dibantu
3. Ketika terjatuh dan menangis jangan langsung digendong
4. Jika bertengkar, pertemukan kedua anak, lalu dengarkan mereka bercerita sesuai versi mereka masing-masing.
5. Minta anak untuk membereskan kembali mainan atau perlengkapan yang telah dipakai.
6. Jika ada kegiatan yang melibatkan anak secara langsung, seperti menggunting, mengelem, mengecat dan sebagainya, biarkan anak mencoba sendiri.”
          “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka [QS at Taubah: 111].
          Semoga tips-tips ini bisa membantu penulis dan istri dalam mendidik anak-anak. Semoga tips-tips ini menjadi keberkahan tulisan Kak Dodo dan Kak Imam dan menjadi ilmu yang bermanfaat. Bagi yang masih penasaran dengan tips-tips mengatasi emosi pada anak yang lebih mendetail, silahkan beli bukunya.

Dukhan, 11 Februari 2012.
by Sugeng Riyadi [Bralink] for Coretan Cah Bralink [CCB]

Referensi: 
1. Kak Dodo & Kak Imam. 2009. 27 Cara Menangani Emosi Anak. Cetakan II. Luxima. Depok, Indonesia.

2. Al Qur'anul Kareem

Friday, February 10, 2012

Cara Membuat Filter Email di Gmail

           Bulan lalu, seorang teman mengirimi saya pesan ke inbox facebook dan email [surat elektronik]. Isi pesannya menanyakan tentang bagaimana cara membuat filter di gmail. Kenapa sih kita perlu membuat filter email? Apa pentingnya? Dan apa manfaatnya?
          Dalam dunia teknologi informasi seperti sekarang ini, rasanya hampir semua orang sudah mempunyai yang namanya alamat email. Baik yang berbayar maupun yang gratisan.
          Email yang berbayar biasanya satu paket dengan si pemilik domain sebuah website. Bisa saja milik sebuah perusahaan atau instansi tertentu, atau bahkan website pribadi. Kalau email gratisan, kita tentu sudah tidak awam lagi dengan yang namanya yahoo mail, gmail, hotmail, dan masih banyak lagi pemberi layanan email gratisan lainnya.
          Dalam kaitannya dengan kehidupan social kita sehari-hari, sarana email menjadi hal yang makin popular. Kita mengenal yang namanya mailing list atau disingkat dengan milist. Dua perusahaan pemberi layanan yang banyak dikenal adalah gmail dengan googlegroups-nya dan yahoo mail dengan yahoogroups-nya.
          Kalau bicara masalah milist, kita akan mengkaitkan dengan aktifitas sebuah grup, kelompok, komunitas, organisasi, bisnis, hobby, dan jaringan-jaringan social lainnya. Sekali kita sudah bergabung dengan milist, maka secara otomatis inbox kita akan dipenuhi dengan email-email dari para member milist tadi. Apalagi kalau member milist-nya aktif, 100 email mungkin akan masuk ke inbox email kita hanya dalam hitungan jam, bahkan mungkin dalam hitungan menit.
          Bagi kita yang terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan, urusan keluarga dan urusan-urusan lainnya, mungkin saja kita tak punya waktu untuk sekedar membuka email-email dari rekan-rekan kita atau grup milist tadi. Sekali kita membuka inbox, penuhlah sudah inbox kita dengan email-email milist tadi. Yang jumlahnya mungkin ratusan bahkan ribuan. Efek buruknya, kita akan malas membuka email. Bila saking malesnya, email-email tadi langsung di SELECT ALL dan di klik DELETE. Padahal mungkin salah satu email yang kita delete [hapus] tadi merupakan email penting atau email yang berisi artikel yang bagus atau bahkan email panggilan wawancara. Sayang kan kalau terhapus begitu saja.
          Nah, agar email-email milist tadi tertata dengan rapi dalam satu folder, maka tulisan kali akan berbagi tips sederhana untuk mengatasi hal itu. Saya akan menuliskan tahap demi tahap membuat filter email di gmail.
1. Login ke akun gmail anda.

2. Buka salah satu email yang akan anda filter. Disini saya akan memberi contoh dengan membuka salah satu email yang saya terima dari linkedin.

3. Perhatikan pilihan-pilihan yang berada di atas halaman email yang kita buka tadi. Di bagian paling kanan anda akan melihat tulisan MORE.
4. Klik MORE.

5. Klik FILTER MESSAGE LIKE THIS.
6. Maka secara otomatis alamat email yang akan kita filter tadi sudah berada di kotak FROM.

7. Klik CREATE FILTER WITH THIS SEARCH.

8. Kemudian akan muncul pilihan filter, klik SKIP THE INBOX (ARCHIVE IT) dan klik APPLY THE LABEL.

9. Klik NEW LABEL dan beri nama label baru anda, misal LINKEDIN.

10. Jika email serupa dalam inbox anda tadi, maka ada pilihan juga untuk mengklik ALSO APPLY FILTER WITH TO […] MATCHING CONVERSATIONS.

11. Langkah terakhirnya adalah mengklik CREATE FILTER.
12. Selesai. Anda telah sukses membuat filter email di gmail. Dengan filter email diatas, maka secara otomatis bila anda menerima email lagi dari linkedin, email-email tadi akan langsung masuk ke folder LINKEDIN.

Demikian tips sederhana ini, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan. Insha Allah di lain waktu saya akan menuliskan tentang membuat filter di yahoo mail.

Dukhan, 9 Februari 2012
by Sugeng Riyadi [Bralink] for Jelajah Qatar & notes from Bralink

Sunday, January 22, 2012

Urgensi Menghafal Alquran


         Al quran adalah adalah kitab suci yang diimani oleh umat islam di muka bumi ini. Kitab suci alquran berisi kalam-kalam Allah Subhanahu wata’ala yang diwahyukan melalui nabi terakhir yaitu Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam. Sebagai umat islam dan mengimani alquran maka kita hendaknya terpanggil untuk membacanya dan juga mencoba untuk menghafalnya.
Dalam tulisan kali ini, Jelajah Qatar mengambil intisari dari berbagai tulisan mengenai manfaat atau keutamaan orang-orang yang mau menghafal alquran. Sebagai wujud nyata menghafal alquran, di akhir artikel ini dituliskan mengenai tips menghafal alquran yang dinukilkan dari kitab Atsamaarulyaani’ah fil khuthob al jaami’ah karya Ibnu Rajab Al Hanbali. Tips menghafal ini disampaikan dalam sebuah ceramah yang disampaikan oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali.
          Berikut ini adalah dalil-dalil tentang keutamaan atau urgensi menghafal alquran:

Menjadi keluarga Allah Subhanahu wata’ala
"Dari Anas Radhiyallahu 'anhu Ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia." Kemudian Anas berkata lagi, lalu Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam bertanya: "Siapakah mereka itu wahai Rasulullah. Baginda menjawab: "Ia itu ahli Qur'an (orang yang membaca atau menghafal Al- Qur'an dan mengamalkan isinya).Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.

Ditempatkan di surga yang paling tinggi
Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash radiyallahu anhu dari Nabi Sallahu wa’alaihi wassalam beliau bersabda, “Di akhirat nanti para ahli al quran diperintahkan, ‘Bacalah dan naiklah ke surga. Dan bacalah alquran dengan tartil [pelan] seperti engkau membacanya dengan tartil pada waktu di dunia. Tempat tinggalmu di surga berdasarkan ayat paling akhir yang engkau baca’.

Disayangi Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam.
"Dari  Jabir Bin Abdullah Radhiyallahu 'anhu,  Bahwa Nabi Shallallahu 'alayhi wasallam menyatukan dua orang dari  orang-orang yang gugur dalam perang uhud dalam satu liang lahad. Kemudian nabi Shallallahu 'alayhi wasallam bertanya, "dari mereka berdua siapakah paling banyak hafal Al Qur'an?" apabila ada orang yang dapat menunjukkan kepada salah satunya, maka Nabi Shallallahu 'alayhi wasallam memasukkan mayat itu terlebih dahulu ke liang lahat."

Dapat memberikan syafa'at kepada keluarga.
"Dari  Ali Bin Abi Thalib radiyallahu anhu, ia berkata "Barangsiapa membaca Al Qur'an dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya kedalam surga dan memberikannya hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya di mana mereka semuanya telah di tetapkan untuk masuk neraka."

Penghafal Al Qur'an akan memakai mahkota kehormatan.
Dari Abi Hurairah Radiyallahu 'anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam bersabda: "Orang yang hafal Al Qur'an nanti pada hari kiamat akan datang dan Al Qur'an akan berkata: Wahai Tuhan, pakaikanlah dia dengan pakaian yang baik lagi baru. ‘Maka orang tersebut diberikan kehormatan. Al Qur'an berkata lagi, ‘Wahai Tuhan, tambahlah pakaiannya.’ Maka orang itu diberi pakaian kehormatannya. Al quran lalu berkata lagi, ‘Wahai Tuhan, ridailah dia. ‘Maka, kepadanya dikatakan, ‘Bacalah dan naiklah.’ Dan untuk setiap ayat, ia diberi tambahan satu kebajikan’.

Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam bersabda: "Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikanlah mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: "Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur'an" (Hadits diriwayatkan oleh Al Hakim dan ia menilainya sahih berdasarkan syarat Muslim (1/568), dan disetujui oleh Adz Dzahabi).

Orang tua mendapatkan pahala khusus jika anaknya penghafal al quran
"Dari  Buraidah Al Aslami Radiyallahu 'anhu, ia berkata bahwasanya ia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam bersabda: "Pada hari kiamat nanti, Al Qur'an akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Qur'an akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: "Apakah anda mengenalku?". Penghafal tadi menjawab; "saya tidak mengenal kamu." Al Qur'an berkata; "saya adalah kawanmu, Al Qur'an yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka penghafal Al Qur'an tadi diberi kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat di bayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya: "kenapa kami di beri dengan pakaian begini?". Kemudian di jawab, "kerana anakmu hafal Al Qur'an. "Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, "bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya." Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil). (diriwayatkan oleh Ahmd dalam Musnadnya (21872) dan Ad Darimi dalam Sunannya (3257).)

Akan menempati kelas tertinggi di dalam surga
"Dari  Sisyah Radhiyallahu 'anhu ia berkata, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam bersabda; jumlah tingkatan-tingkatan surga sama dengan jumlah ayat-ayat Al Qur'an. Maka tingkatan surga yang di masuki oleh penghafal Al Qur'an adalah tingkatan yang paling atas, dimana tidak ada tingkatan lagi sesudah itu.

Hati seorang individu Muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah 'Azza wa Jalla.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas secara marfu:
"Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Quran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh". (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dari Ibnu Abbas (2914), ia berkata hadits ini hasan sahih).

Memperoleh penghormatan dari Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam.
Dari Abi Hurairah Radiyallahu 'anhu. ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam mengutus satu utusan yang terdiri dari beberapa orang. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam mengecek kemampuan membaca dan hafalan Al Qur'an mereka: setiap laki-laki dari mereka ditanyakan sejauh mana hafalan Al-Qur'an-nya. Kemudian seseorang yang paling muda ditanya oleh Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam :"Berapa banyak Al Quran yang telah engkau hafal, hai Fulan?" ia menjawab: aku telah menghafal surah ini dan surah ini, serta surah Al-Baqarah. Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam kembali bertanya: "Apakah engkau hafal surah Al-Baqarah?" Ia menjawab: Betul. Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:"Pergilah, dan engkau menjadi ketua rombongan itu!". Salah seorang dari kalangan mereka yang terhormat berkata: Demi Allah, aku tidak mempelajari dan menghafal surah Al-Baqarah semata karena takut aku tidak dapat menjalankan isinya. Mendengar komentar itu, Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam bersabda: "Pelajarilah Al Qur'an dan bacalah, karena perumpamaan orang mempelajari Al Quran  dan membacanya, adalah seperti tempat bekal perjalanan yang diisi dengan minyak misik, wanginya menyebar ke mana-mana. Sementara orang yang mempelajarinya kemudian dia tidur -dan dalam dirinya terdapat hafalan Al Qur'an- adalah seperti tempat bekal perjalanan yang disambungkan dengan minyak misik" (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2879), dan lafazh itu darinya. Serta oleh Ibnu Majah secara ringkas (217), Ibnu Khuzaimah (1509), Ibnu Hibban dalam sahihnya (Al Ihsaam 2126), dan dalam sanadnya ada 'Atha, Maula, Abi Ahmad, yang tidak dinilai terpecaya kecuali Ibnu Hibban).

Menjadi orang yang arif di surga Allah 'Azza wa Jalla.
"Dari  Anas Radhiyallahu 'anhu Bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam bersabda; "Para pembaca Al Qur'an itu adalah orang-orang yang arif di antara penghuni surga.”

Memperoleh penghormatan dari manusia.
"Dari  Abu Musa Al Asya'ari Radhiyallahu 'anhu Ia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam bersabda: "Diantara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati Orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal Al-Qur'an yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Al-Qur'an tidak di amalkan, serta menghormati kepada penguasa yang adil."

Hatinya terbebas dari siksa Allah 'Azza wa Jalla.
" Dari Abdullah Bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu Dari  Nabi Shallallahu 'alayhi wasallam Baginda bersabda: " bacalah Al Qur'an kerana Allah tidak akan menyiksa hati orang yang hafal Al Qur'an. Sesungguhanya Al Qur'an ini adalah hidangan Allah, siapa yang memasukkunya ia akan aman. Dan barangsiapa yang mencintai Al Qur'an maka hendaklah ia bergembira."

Mereka (bagi kaum pria) lebih berhak menjadi Imam dalam shalat.
"Dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'anhu Dari Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam beliau bersabda; "yang menjadi imam dalam solat suatu kaum hendaknya yang paling pandai membaca (hafalan) Al Qur'an."

Merupakan bekal-bekal yang terbaik.
"Dari  Jabir bin Nufair, katanya Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam bersabda; "Sesungguhnya kamu tidak akan kembali menghadap Allah dengan membawa sesuatu yang paling baik daripada sesuatu yang berasal dari-Nya yaitu Al Qur'an.

Tulisan berikut adalah tips menghafal alquran dari kitab Atsamaarulyaani’ah fil khuthob al jaami’ah karya Ibnu Rajab Al Hanbali:
1.     Niat ikhlas karena Allah Subhanahu wata’ala
2.    Menghafal dari satu cetakan mushaf
3.    Menghafal dengan talaqqi dari qari’ yang ahli
4.    Menghafal sebelum fajar [subuh]
5.    Meminimkan yang dihafal
6.    Membaca hafalah di setiap kali sholat
7.    Muraja’ah [mengulang]
8.    Luangkan waktu sepekan untuk mengulang setelah hafal 1 juz
9.    Jika sudah hafal 1 juz, mengulangi ¼ hafalan yang lalu ditambah 3 ayat baru
10.  Meminimalkan makan, berbicara dan tidur

Disamping itu, Syaikh Wahid Abdussalam Bali juga menyarankan kita untuk meluangkan waktu 15 menit setiap hari yang diniatkan untuk menghafal alquran. Mulailah dengan menghafal 3 ayat dan seterusnya hingga bertambah dan bertambah. Tulisan ini tidak bermaksud menggurui namun sekedar mengingatkan diri pribadi dan keluarga penulis, dan semoga bisa bermanfaat bagi yang membaca artikel ini.

Dukhan, 22 Januari 2012
dari blog: Jelajah Qatar: Enroll | Explore | Enjoy
by Sugeng Bralink

Referensi:
1. mendidik anak dengan alquran by bunda fathi
2. marqazquran
3. hafizpage

Wednesday, December 14, 2011

Gampang Nambah Ya Nak…


 
          “Gampang nambah ya nak….”. Mengingat kata-kata itu teringat masa kecil dulu. Ibu dan Bapak selalu mengingatkan saya dan adik-adik ketika makan bersama. Ibu dan Bapak senantiasa berpesan dalam bahasa banyumasannya “ Gampang tanduk maning Le, njukut segane aja akeh-akeh, mengko ora entong, mengko malah mubah” [Gampang nambah lagi nak, ngambil nasinya jangan banyak-banyak, nanti nggak habis, nanti malah mubah]. 
          Kebiasaan mengambil makanan sedikit demi sedikit dan gampang nambah lagi ketika kurang, alhamdulillah masih berlanjut hingga besar sampai sekarang ini. 
Saya teringat dengan sebuah film kartun yang berkisah tentang Nasi. Film anak-anak yang ditayangkan di TVRI era 80an. Saya gak ingat apa judulnya, tapi dalam film itu mengajarkan ke anak-anak tentang pentingnya menghargai makanan. Di film itu dikisahkan ada seorang anak yang selalu menyisakan makanan sehingga nasi nya terbuang percuma. Si anak akhirnya selalu dihantui mimpi tentang butir-butir nasi yang selalu mengejar-ngejarnya dan menanyai anak tadi kenapa tidak memakannya.
          Kebiasaan mengambil makanan atau minuman sedikit demi sedikit mungkin menjadi budaya bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebuah riwayat dari sahabat Rasulullah SAW menyebutkan “Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang”. Riwayat sahabat ini mengajarkan hidup hemat dan sederhana.  Kita juga diajarkan tentang perlunya makan di kala perut sudah benar-benar lapar dan berhenti makan ketika sudah kenyang. Dan janganlah kita makan sampai terlalu kenyang atau kekenyangan. 
          Pendidikan tentang menghargai makanan sebenarnya mudah tapi belum tentu semua orang bisa mengamalkannya. Masih sering  terlihat di depan mata kita, dengan serakahnya orang mengambil makanan. Sepertinya gak penting menyebutkan darimana orang-orang ini, tapi yang menjadi konsen bagi saya adalah masih banyak saudara-saudara kita mengambil makanan tanpa mengukur kapasitas perutnya. Ngambil ini dan itu, ini dan itu, sampai-sampai makanan dan minumannya menumpuk dan memenuhi isi meja makan. Kalau memang habis sih nggak apa-apa. Tapi apa yang sering terjadi adalah makanan-makanan yang telah diambil tadi, akhirnya tersisa  dan terbuang.
          Allah SWT berfirman dalam QS Al Maidah: 88 yang artinya “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. Seharusnya setiap kita termasuk saya sendiri selalu ingat bahwa makanan yang tersaji dihadapan kita adalah karunia dan rezeki yang Allah berikan buat mahlukNya. Masih banyak saudara-saudara kita yang dilanda kelaparan. Masih banyak saudara-saudara kita yang mau masak aja, bingung mau masak apa. Bagaimana mungkin mereka mau menyia-nyiakan makanan, lha wong mau makan aja bingung mau makan apa.
          Marilah mulai dari diri sendiri dan keluarga kita. Jadikan pelajaran-pelajaran yang telah diberikan kedua orangtua menjadi bekal untuk kita ajarkan kembali ke anak-anak, saudara atau teman-teman kita. Sebagai insan beriman hendaknya kita mampu menghargai apa-apa yang dicurahkan olehNya. Ambillah makanan atau minuman sedikit demi sedikit dan gampang lah kita nambah lagi. Kalau bisa, janganlah tersisa sebutir nasi pun, apalagi sampai separo piring. Apapun itu, makanan tetaplah makanan, minuman tetap minuman, yang seharusnya dimakan dan diminum untuk melanjutkan kehidupan agar bisa beribadah kepada Allah ‘Azza Wajala. Makanlah secukupnya saja.

Wallahua’lam Bisshowab…

Ummbab, 13 Desember 2011
Sugeng Bralink

         
         


Tuesday, December 13, 2011

Ke Ujung Salawati




Ceremony Team
(Left to Right: Bralink,Papuan,Yasin,Mayor Dwi, Papuan, Andi Asnal, Asri, Arisman and Yahya)




Upacara HUT RI di ENSCO 1 - 2007 
(First Well of Pearl Oil Project at Salawati-West Papua) dalam HUT RI ke-62






Crew Boat is approaching the ENSCO 1 Rig during drilling under Pearl Oil Project on June 2007