Monday, June 11, 2018

MUDIK? SIAPKAN SELALU PLAN B!

Selama lebih dari 15 tahun ngalami yang namanya bepergian jauh. Dari antar kota, antar propinsi, antar pulau hingga antar negara. Banyak ragam pengalaman yang saya lalui. Dari moda transportasi darat, air dan udara. Dari yang tepat waktu sampai yang terkadang delayed (tertunda).

Jadwal tunda dalam sebuah perjalanan menjadi pengalaman yang tak mengenakkan. Dari mulai waktu yang terbuang, connecting transport yang tak terkejar sampai rela nginep di rumah orang. Jika diceritakan lumayan panjang juga.

Pengalaman terakhir yang nggak mengenakkan adalah perjalanan mudik saya tahun ini. Kemarin sore waktu Qatar, saya meluncur dari lokasi akomodasi saya di perantauan menuju ke Hamad International Airport di Doha. Malam itu saya akan menaiki pesawat Oman Air dengan rute Doha-Muscat-Jakarta.

Jadwal keberangkatan dari Doha direncanakan jam 21:35 malam. Sejak awal keberangkatan, check in, hingga masuk ruang tunggu semua berjalan lancar. Namun perjalanan menjadi sebuah pengalaman tak mengenakkan ketika satu jam sebelum jadwal take off, penumpang belum juga boarding. Wah..bisa jadi delayed nih (batin saya). Dan...ternyata benar. Jadwal Oman Air ditunda keberangkatannya menjadi jam 22:50.

Kepala pun jadi pusing rasanya. Musim mudik lagi rame-ramenya. Langsung kepikiran kalau-kalau kereta jam 16:30 keesokan harinya tak terkejar. Plan B pun dijalankan. Segera saja saya booking tiket kereta, Alhamdulillah dengan aplikasi ticket online akhirnya dapat juga. Masih ada sisa 1 tiket untuk keberangkatan jam 20:15.

Tapi rasa pusing pun belum juga hilang, karena tiket yang saya beli belum juga terkonfirmasi hingga satu jam usai transfer. Ya sudahlah, akhirnya saya berpasrah diri. Sambil bersiap boarding untuk melanjutkan perjalanan udara ke Muscat, Oman.

Setiba di Oman, ada lagi masalah muncul. Walau bukan masalah besar, tapi sempat membuat jantung dag dig dug. Karena jam keberangkatan Muscat-Jakarta sudah mepet. Boarding pass bermasalah. Tak bisa discan. Lagi-lagi harus rela ngantri di transfer counter check in untuk ngeprint ulang boarding pass. Singkat cerita saya pun bisa masuk ke ruang tunggu. Tak sampai sepuluh menit di ruang tunggu, penumpangpun diminta masuk ke pesawat.

Jadwal tiba jam 13:20 di Jakarta pun tak terkejar. Pesawat baru tiba di Jakarta jam 13:52 menit. Pesanan tiket kereta srmalam ternyata gagal. Bukalapak mengembalikan semua uang yang saya transfer. Untuk melanjutkan Plan B, saya pun segera mencari tiket kereta lagi. Alhamdulillah, dapat kereta jam 21:00. Langsung saya bayar, dan sukses.

Jam 14:50 saya sudah berada di Taksi menuju stasiun gambir. Hanya bisa meminta supir taksi agar bisa di Gambir sebelum 16:30. Sang supir tak menjanjikan, tapi akan berusaha. Maklum lah musim mudik, bisa saja jalanan Jakarta masih macet.

Alhamdulillah, tepat 15:30 taksi blue bird yang saya naiki tiba di stasiun gambir. Lega rasanya. Walau harus rela tiket kereta yang barusan saya beli hangus, tapi hati ini lega sekali karena bisa naik Kereta Bima yang sudah saya beli sejak tiga bulan lalu. Tiket Purwojaya jam 21:00 yang saya beli tadi setiba di Cengkareng tak sempat saya refund di Gambir. Antrian refund begitu mengular. Maka saya pun harus rela menghanguskan uang tiket tersebut. Semoga berkah untuk PT. KAI.

Inilah sekelumit kisah saya. Kisah perjalanan mudik tahun 2018. Kisah anak rantau yang pulang kampung untuk bersua dengan orangtua, keluarga dan sanak saudara. Ada-ada saja kisah hidup ini. 

Hikmah yang bisa diambil adalah selalu siapkan Plan B dalam setiap perjalanan. Bawa selalu uang yang cukup, internet banking, ATM, Credit Card (jika perlu) dan nomor kontak penting. Jadi ketika kondisi darurat muncul, kita sudah menyiapkan antisipasinya. Jangan sampai kita terlantar di tengah perjalanan. Wallohua'lam bisshowab.

Jakarta, 11 Juni 2018
Dari Dukhan-Doha-Muscat-Cengkareng-Gambir-Purwokerto menuju Purbalingga.

Thursday, June 07, 2018

KHATAMAN RUMAH QURAN PURBALINGGA 2018



Alhamdulillah, perjuangan tiap sore yang harus rela melawan lelah jiwa raga usai sekolah dan kerja seharian berbuah manis. Hari ini, Rabu, 6 Juni 2018 bertepatan 21 Ramadhan 1439H diadakan Khataman 30 Juz bin nadhor dan juz 30 bilghoib.

Kegiatan berlangsung di Rumah Qur'an Ar Raudhah di Jl. DI Panjaitan Purbalingga. Acara berlangsung khidmat. Disertai dengan penyerahan Syahadah kepada semua santri.
Terima kasih istriku sayang yang telah mendampingi anak-anak menimba ilmu AlQur'an di Rumah Qur'an. Terima kasih untuk para ustad dan ustadzah. Ustad Eka dan lainnya. Semoga Allah memberikan keberkahan ilmu yang telah diajarkan.


Monday, June 04, 2018

NILAI USBN DROP, LIFE MUST GO ON

Nilai USBN rendah yang jauh dari harapan memang menyakitkan dan menyedihkan. Tak hanya bagi para orangtua, para guru pun demikian (saya kira). Tapi kita harus yakin bahwa rendahnya nilai USBN bukanlah akhir dari segalanya. Jalan panjang kehidupan masih menanti anak-anak kita. *Life must go on!*

Semoga mereka akan mendapatkan hasil yang lebih baik dan terbaik di kemudian hari. Dan yang terpenting dari semuanya adalah bagaimana anak-anak mempunyai akhlakul karimah. Anak-anak yang senantiasa taat pada Allah dan Rasululullah Muhammad SAW. Anak-anak yang selalu berbakti pada kedua orangtuanya. Anak-anak yang akan menjadi generasi emas untuk bangsa dan tanah airnya.

Menjadi pintar itu penting, tapi menjadi orang yang berakhlak mulia itu jauh lebih penting.
#renunganhariini
#khususonbuatsayasendiri

Friday, June 01, 2018

#EPS01 SHIHAB&SHIHAB: MARHABAN YAA RAMADHAN

Memasuki bulan suci Ramadhan, sering sekali kita mendengar ucapan atau membaca pesan MARHABAN YAA RAMADHAN. Trus apakah makna dibalik ucapan dan pesan tersebut. Channel Najwa Shihab dalam program Shihab & Shihab menghadirkan episode khusus ramadhan. Saya sebagai seorang pecinta program-program najwa shihab berinisiatif untuk menuliskan program khusus ramadhan tahun ini. Semoga catatan-catatan ini bisa diambil manfaatnya. Khususnya yang tidak punya waktu untuk melihat videonya secara langsung.

Abi Quraish Shihab menjadi narasumber acara ini. Beliau adalah ayahanda Mbak Najwa Shihab. Alumni Al Azhar University. Beliaulah penulis Tafsir Qur'an Al Misbah.


Menurut Abi Quraish Shihab, Marhaban Yaa Ramadan biasa diterjemahkan dengan Selamat Datang Ramadhan. Marhaban dari akar kata, marhaban memiliki dua makna.

1. Rakhba (tempat yang luas).
Seorang yang disambut dengan baik, dia dipersilahkan masuk di tempat yang luas. Tidak merasa sempit. Itu menggambarkan jiwa, perasaan begitu lega begitu lapang menyambut satu tamu.
Sehingga ketika kita mengucapkan Marhaban Yaa Ramadan itu mengisyaratkan kedatangan bulan ramadhan ini kita sambut dengan lapang dada, tidak kesal untuk berpuasa lagi. Hati gembira tanpa kesal.

2. Marhab (Stasiun)
Tempat kendaraan untuk mengambil bekal dan memperbaiki yang rusak atau yang kurang baik.

Maka dua makna besar dari marhaban yaa ramadhan adalah menyambut dengan gembira, memperbaiki apa yang kurang baik serta mengambil bekal sebanyak-banyaknya.

Di dalam bulan ramadhan ini ada yang dinamai i'tikaf. 10 malam terakhir di bulan ramadhan untuk melakukan introspeksi sehingga perjalanannya menuju Allah menjadi damai dan selamat.
Di dalam bulan ramadhan hendaknya mengambil bekal sebanyak mungkin dalam perjalan menuju Tuhan, salah satu yang dianjurkan adalah menitipkan bekal kita kepada orang lain dengan bersedekah. Ketika bersedekah, kita sebenarnya memberikan orang lain itu, dialah yang akan membawa ganjaran untuk kita di hari kemudian.

Bulan ramadhan memang bulan istimewa. Beliau menyebutkan bahwa banyak sekali anugerah Allah, ada 3 anugerah Allah diantaranya:

1. Dia (Allah) mengabulkan doa seseorang sesuai dengan permintaan orang tersebut.
2. Dia (Allah) memberikan kepadanya yang dia tidak minta
3. Dia (Allah) memberikan bagaikan menurunkan hujan.

Di akhir episode, Abi Quraish Shihab menutup dengan membaca do'a:

Allohumma ahillahu 'alaina bil amni wal iman wassalaamati wal islam wal afiyati mijallallah war rizqon katsir.

Ya Allah hadirkanlah bulan ramadhan dengan rasa aman dan keimanan, keselamatan, leislaman serta afiyat yang agung dan anugerahkanlah kami kemampuan untuk melaksanakan ibadan di siang hari berpuasa dan di malam hari dengan membaca dan bertadarrus alqur'an.

Simak videonya:






Thursday, May 31, 2018

HUJAN BUNGA

Subhanallah, Maha Suci Allah atas segala ciptaanNya. Ditengah musim panas yang panasnya mulai terasa, muncul keindahan dibalik dedaunan hijau. Warna kuning cerah perlahan mulai mendominasi setiap cabang-cabangnya.

Kuncup-kuncup yang tadinya hijau, kini semakin membesar dan berganti warna menjadi kuning. Mekar dan terus bermekaran. Betapa indah ciptaNya. Hujan Bunga, begitu kalau dibahasa Indonesiakan nama bunga ini. Golden Shower, nama bunga ini dalam bahasa inggris.

Bunga kuning ini diakui sebagai Bunga Nasional Thailand. Disisi lain, bunga ini banyak dipakai oleh Suku Kerala di India untuk upacara-upacara keagamaan.

Yuk kita simak lebih dekat dalam jepretan kamera handphone saya ini. Semoga mampu mengobati rasa penasaran anda tentang keindahan bunga hujan emas ini.

Dukhan, 31 Mei 2018

Wednesday, May 30, 2018

Alhamdulillah, Hadiah dari Bu Guru

21 Mei 2018. Hari ini ananda Nadira mendapatkan kejutan dari Ibu Guru. Dira menerima hadiah gelas dan sebuah kitab Qur'an (Tikrar). Sebuah apresiasi dari Bu Guru atas keistiqomahan ananda dalam menghafalkan ayat-ayat suci Alquran.

Alhamdulillah wasyukrulillah. Abi turut bersyukur karenanya. Semoga Allah senantiasa menjagamu nak. Semoga Allah menggolongkanmu menjadi wanita shalihah, wanita penghafal Alquran. Aamiin.

Sunday, May 27, 2018

Indahnya Silaturahmi dan Buka Bersama

Jam 10 pagi kami berangkat menuju ibukota Doha. Menyusuri jalan bebas hambatan (Dukhan Highway). Sejauh mata memandang, hamparan padang pasir disisi kanan dan kiri. Hawa panas di luar sudah mulai menyengat. Maklum saja musim panas tlah tiba.

Destinasi akhir kami adalah kediaman Pak Bangun. Beliau ini adalah rekan kerja dan tetangga kami di Dukhan beberapa tahun lalu. Saya sendiri mendampingi beliau selama kurang lebih 5 tahun menjadi pengurus di Paguyuban Keluarga Dukhan. Pak Bangun pindah ke ibukota Doha karena pindah tempat kerja di anjungan lepas pantai (Offshore Platform).

Usai singgah di Mall of Qatar, City Center dan Souq Waqif, kami berlima (Wisnu, Moedy, Agus, Ria dan saya sendiri) kemudian menuju sebuah apartemen di kawasan Alsaad. Lokasinya berseberangan dengan Rumah Sakit Umum Pusat Hamad (Hamad General Hospital). Kawasan ini sangat padat penduduk. Bangunan tinggi menjulang disana sini.

Satu jam sebelum berbuka kami tiba di kediaman Pak Bangun beserta keluarganya. Tepatnya di lantai 6. Sambil menunggu waktu berbuka, obrolan ngalor ngidul pun mengalir. Melepaskan lelah dan kangen karena lama tak bersua.

Tausiyah Kang Rashied kami lihat dan dengarkan bersama. Tausiyah yang disiarkan langsung oleh GTV dalam program Kampung Ramadan guna menyambut HUT SURABAYA.

Alhamdulillah, waktu berbuka tiba. Sajian kurma bertangkai dari Tunisia menjadi pembatal puasa kami. Dilanjutkan dengan es dawet khas Jumniem dan bakwan kriuks karya Bu Bangun. Sebelum lanjut ke menu utama, kami semua sholat berjamaah maghrib. Bakso Jumniem dengan kombinasi bakso urat, bakso telor dan bakso tahu menjadi suguhan berbuka yang istimewa.

Jumniem (Jumat Niekmat), warung rumahan yang dulu sempat populer bagi masyarakat Indonesia di Dukhan. Yang hanya buka tiap hari Jum'at. Khususnya bagi para bapak-bapak yang rela hadir langsung di kediaman Pak Bangun waktu itu. Bu Bangun sebagai Chef menyajikan batagor, cuanki, mie ayam bakso, bakwan kriuks, mendoan dan menu-menu pilihan lainnya.

Maka bukber kali ini menjadi obat kangen kami setelah sekian lama tak menyantapnya. Terima kasih Pak dan Bu Bangun. Semoga berkah dan manfaat fiddunya wal akhiroh. Jazakumullah Khoiron Katsiron.

Dukhan, 26 Mei 2018