Friday, January 05, 2018

TAK TERASA SUDAH HARI KAMIS

Pic. sweetytextmessage.com
Seperti baru kemarin hari senin, tiba-tiba sudah hari kamis lagi. Weekend lagi. Khususnya bagi saya dan warga negara yang tinggal di negeri Qatar. Karena memang tiap hari Jum'at dan Sabtu adalah hari libur mingguan. Namun bagi saya besok pagi Jum'at menjadi hari kerja. Begitupun Sabtunya, saya akan masuk kerja pagi pula. In shaa Allah. Itupun kalau Allah masih mengijinkan dan memberi umur panjang.

Menulis tentang waktu seolah tak ada habisnya. Ada saja. Setiap langkah anak manusia di muka bumi ini memang penuh dengan kisah. Beragam dan beraneka rupa. Yang baik atau yang buruk. Yang mencengangkan atau yang mengecewakan. Yang menyenangkan atau yang menyedihkan.

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS. Ali ‘Imron : 185). 

Dunia itu fatamorgana. Dunia itu kesenangan yang memperdayakan umat manusia. Kesenangan sementara yang terkadang membuat manusia lupa diri. Keinginan demi keinginan datang silih berganti, tiada henti. Pingin ini, pingin itu. Sudah punya yang ini, pingin yang itu. Bertambah pendapatan, bertambah pula keinginan. 

Akhirat itu kekal abadi. Everafter. Everlasting. 

Akan datang masa ketika mulut dikunci. Tangan dan kaki menjadi saksi. Terhadap apa yang sudah dilakukan selama hidup di dunia. Yang hanya sementara.

Masihkah patut kita menyombongkan diri dengan apa yang kita miliki saat ini? 
Masihkah patut kita berbangga-bangga diri dengan segala pencapaian yang telah diraih?
Masihkah patut kita memikirkan diri sendiri sementara banyak diluar sana yang tengah kelaparan dan kesusahan?

Semua itu hanya titipan. Semua akan diminta kembali oleh yang Maha Mempunyai. Allah Azza Wajala. 

Qatar, 4 Januari 2018


Monday, January 01, 2018

CATATAN AWAL TAHUN 2018

Bundaran HI | Foto by liputan6.com
Tepat 7 jam yang lalu, Qatar telah memasuki Tahun Baru 2018. Tak ada gegap gempita kembang api dan perayaan di negeri ini. Tak ada istighotsah maupun tasbih bersama. Perayaan tahun baru bisa kita temui di hotel-hotel. Mereka menawarkan perayaan tahun di baru yang sifatnya indoor. Aneka menu dengan harga-harga special ditawarkan. Kondisi ini berbeda dengan gegap gempita kota-kota besar di Indonesia saat menyambut datangnya Tahun baru 2018 tadi malam.

Bukan maksud saya membandingkan negeri yang sedang saya tinggali sekarang ini dengan tanah air tercinta Indonesia. Saya hanya sekadar mengilustrasikan dua kondisi yang berbeda di waktu yang sama. Sama-sama di akhir tahun 2017 dan sama-sama menyambut awal tahun 2018.

Di Jakarta, Medan, Yogyakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia, semalam diramaikan dengan aneka pesta rakyat menyambut datangnya awal tahun. Car Free Night diterapkan di pusat-pusat kota. Hal ini untuk memberi ruang luas kepada publik. Jakarta sebagai ibukota Negeri, tumpah ruah di bundaran HI.

Disisi lain, ada dua perhelatan muhasabah bangsa yang digelar di Jakarta dan Surabaya. Indonesia bertasbih digelar di Masjid Raya Jakarta Islamic Center. Istigotsah digelar di Surabaya.

Sebuah pemandangan dan suasana yang berbeda dibandingkan dengan gegap gempita di pusat-pusat kota. Di tempat ini tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir bergema. Menyejukkan malam yang semakin larut.

Lantunan ayat-ayat Al Quran, merdu diperdengarkan oleh Habib Anas Jaber. Tausiyah-tausiyah nan penuh hikmah disampaikan oleh Habib Nabiel Al Musawa, Habib Bagyr Bin Yahya, Habib Abdulrahman Al Habsyi, Habiburrahman El Shirazy, Syekh Ali Jaber, Syekh Muhammad Jaber, Kyai Syarif Rahmat dan Ustadz Abdul Somad. Menyampaikan pesan tentang pentingnya menghargai dan memanfaatkan waktu dengan baik. Karena setiap jiwa pastilah mati. Maka manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya sebelum malaikat maut datang menjemput.

Indonesia Bertasbih TVOne | Foto by viva.co.id

Waktu yang terus berputar. Setahun baru saja berlalu. Saatnya bermuhasabah diri. Telah banyak yang direncanakan, telah banyak yang diperbuat dan masih banyak yang harus terus dikerjakan selama nyawa masih di kandung badan. Sebagai manusia kita harus terus berkarya. Mengisi waktu dengan beragam amal sholeh untuk kemaslahatan diri, keluarga, negara dan bangsa.

Setiap kita mempunyai tanggung jawab untuk berkarya demi bangsanya. Entah itu yang tinggal di tanah air, maupun para Pekerja Migran Indonesia yang tinggal di seantero jagad raya.

Bagi para Diaspora Indonesia yang saat ini sedang merantau di Luar Negeri, teruslah bersemangat untuk bekerja. Menafkahi keluarga dan turut menyumbang devisa bagi bangsa.

Kita harus senantiasa yakin bahwa akan ada hari esok yang lebih baik jika setiap kita terus berusaha dan berbuat yang terbaik. Sekecil apapun kiprah kita, saya yakin akan memberikan kontribusi bagi Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Tahun 2018 adalah tahun politik. Begitu para pengamat menyebutnya. Tahun dimana akan digelar Pemilihan Kepala Daerah serentak. 171 daerah akan menggelar pesta demokrasi. 17 Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten, demikian berita yang saya kutip di detikcom.

Sebuah perhelatan akbar di seantero Nusantara. Belum lagi dengan datangnya musim pemilihan umum anggota legislatif dan pemilihan Presiden di Tahun 2019. Tentu nuansanya akan semakin hangat, dan semoga tidak sampai memanas.

Era sosial media, era yang mudah bagi setiap kita untuk memperoleh bermacam berita dan peristiwa. Setiap saat, dimanapun selagi koneksi internet itu ada. Namun yang perlu diingat bahwa sebagai warga dunia maya (netizen) kita harus bijak. Jangan asal share. Jangan asal posting. Jangan asal comment. Pause before you post!

Tahan sejenak sebelum share.
Tahan sejenak sebelum update status.
Tahan sejenak sebelum like atau dislike.
Tahan sejenak sebelum comment.
Tahan sejenak sebelum reply.

Sudahkan diklarifikasi kebenarannya?
Yakinkah yang akan kita share dan posting mempunyai maslahat bagi sesama?
Itulah dua pertanyaan yang harus kita jawab sebelum share dan posting.

Jangan sampai sharing dan postingan kita menimbulkan masalah di kemudian.
Jangan sampai sharing dan postingan kita menimbulkan ujaran kebencian.
Jangan sampai sharing dan postingan kita memicu perpecahan.
Jangan sampai sharing dan postingan kita menjadi penyebab putusnya persaudaraan.
Jangan sampai sharing dan postingan kita malah menjebloskan diri kita ke dalam penjara.

#BijakBersosialMedia #NewYear #NewSpirit #KerjaKerjaKerja

Qatar, 01 Januari 2018

Friday, December 29, 2017

APA BEDA ROSULILLAH, ROSULULLOH & ROSULALLOH

Santri Bertanya: Ustad, Mohon pencerahan. Apa bedanya Rosulillah, Rosulullah, Rosulalloh...scr bahasa, makna dsb...

Ustad Fuady Menjawab: Itu hanya beda susunan harokat karena kata atau lafadz sebelumnya. Artinya sama saja Utusan Allah.

Contoh:

سَمِعْتُ رسو لَ الله
La dibaca fathah,karena kedudukannya jadi maf'ul  bihi /objek.Dalam grammar arab hukum maf'ul bihi harus dibaca Nashob dan alamat nashobnya adalah fathah.

Contoh: قال رسولُ الله

Lam dibaca dhommah (lu لُ ) karena kedudukannya jadi Fa'il/subyek. Dalam kaidah grammar setiap fa'il hukumnya rofa' dan alamat rofa'nya dhommah.

Contoh: مررتُ برسولِ الله

Li disitu dibaca Kasroh,karena kedudukannya jadi majrur (kata yang di jar lan oleh huruf jar. Yaitu Bi sebelum kata Rosul) dan grammar setiap kata yg dimasuki hurup jar (namanya majrur) maka harus di jar kan dan alamat jar nya adalah kasroh.

NB.
Hurup2 jar itu diantaranya adalah bi, li, 'an, min, ilâ, 'alâ, rubba dan lain2. Setiap kalimat yg dimasuki hurup jar tsb harus dikasrohkan. Ini adalah kaidah umumnya. Ada beberapa kalimat yg tidak dikasrohkan walaupun kemasukan hurup jar. Misalnya isim 'alam atau kata benda bagi nama seseorang. Contoh: nama Ahmad..مررتُ بأحمدَ

Kalimat Ahmada dibaca fathah, padahal dia kemasukan hurup Jar (ba) yang mestinya dibaca kasroh, cuma karena dia sudah menjadi nama orang maka yg di jar kan adalah mahalnya saja, bukan harakatnya. karena lafadz ahmada sudah dijadikan nama orang, hukumnya mabni (tidak berubah) harakatnya.

Doha, 29 Des 2017

Sunday, December 24, 2017

JIKA ESOK MASIH ADA, KITA SEMAKIN TUA

Sang Surya masih disana.
Bersembunyi dibalik cakrawala.
Menanti waktu tiba.
Menebarkan faidah dengan sinarnya.

Berbahagialah...
Karena kita masih diberi hidayah
Mensyukuri karunia Allah
Dengan senantiasa menghatur sembah

Jangan lupa bahagia
Bisa jadi esok kita tiada
Jikapun esok ada
Kita semakin tua

Jangan lupa berdo'a
Dunia ini fana
Hanya sementara
Keabadian itu di alam baqa

Dukhan, 24 Desember 2017
#sugengbralink @sugeng_bralink

Sunday, December 17, 2017

REKOR SEJARAH BADMINTON 2017

Congratulations @kevin_sanjaya & @marcusfernaldig
Men Doubles Champions at Dubai Badminton Superseries 2017.
#badminton #bulutangkisindonesia

Sebuah pencapaian luar biasa. Keduanya telah memecahkan rekor sejarah badminton. Di tahun ini, tercatat 9 kali masuk Final Superseries, 7 kali Juara dan 2 kali Runner up.

Hadiah 42.000 US$ per pemain di Dubai semoga menjadi penyemangat di penutup tahun 2017 untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi di tahun 2018.

#BravoIndonesia #ProudIndonesia

Sunday, December 10, 2017

QURAISH SHIHAB: PEREMPUAN HARUS DIEMPU DAN DIJUNJUNG TINGGI

Lelaki itu membutuhkan perempuan. Perempuan membutuhkan Lelaki. Tanpa perempuan, hidup ini hampa.

Kalau tanpa perempuan, seorang yang sudah mencapai usia lanjut, kehidupannya penuh dengan penyesalan.

Tanpa perempuan, hidup ini bagaikan biduk tanpa sungai. Bagaikan malam tanpa Bulan. Bagaikan gitar tanpa senar.

Perempuan harus diempu, harus dihormati, harus dijunjung tinggi. Bukan saja karena kita membutuhkan perempuan, bukan juga saja karena lelaki membutuhkannya.

Ibu kita adalah perempuan,generasi tidak akan berlanjut tanpa perempuan. Lelaki akan menghargai hidup dengan adanya perempuan. Itu sebabnya yang berkeluarga, lebih berhati-hati dari oada yang bujang.

Saudara, Islam menganugerahi perempuan tiga hak yang melebihi hak ayah, karena perempuan harus dihormati.

Nabi SAW menggarisbawahi bahwa tidaklah terhormat, seorang yang melecehkan perempuan, dan seorang yang memuliakannya, hanyalah orang yang mulia, orang yang terhormat.

Tanpa perempuan hidup hampa. Tanpa perempuan tidak akan 
terjadi dan terbangun peradaban karena dengan cinta pada perempuan, seseorang akan terdorong untuk selalu memberikan yang terbaik.

Lelaki mengenal harun,mengenal kecantikan melalui perempuan. Karena itu Nabi dan Islam berpesan hormatilah perempuan, agungkanlah perempuan, bukan saja, sekali lagi, karena dia ibumu tetapi dia pakaian untukmu sebagaimana engkau pakaian untuknya.

Pakaian adalah hiasan, pakaian melindungi seseorang dari sengatan panas dan dingin, dan pakaian menutupi kekurangan-kekurangan kita. Jika demikian kita butuh perempuan dalam hidup kita, sebagaimana perempuan membutuhkan lelaki dalam kehidupannya.

Keadaan mereka setingkat, sejahar, dan setara. Semoga kita dapat menghormati dan mengagungkan perempuan.

M. Quraish Shihab.

10 ORANG TERKAYA DI INDONESIA TAHUN 2017

Screen capture: Forbes.com

10 Orang Paling Tajir di Indonesia Tahun 2017 (Versi Forbes)

#01 R. Budi & Michael Hartono. Usia 67 tahun. Djarum & BCA. 436 Trilyun Rupiah (naik 88,8% dari tahun 2016).

#02 Eka Tjipta Widjaja. Usia 94 tahun. Pemilik Sinarmas. 123 Trilyun Rupiah (naik 62,5% dari tahun 2016).

#03 Susilo Wonowidjojo  Usia 61 Thn. Pemilik Gudang Garam. 118 Trilyun Rupiah (naik 23% dari tahun 2016).

#04 Anthoni Salim. Usia 68 Thn. Pemilik Indofood. 93 Trilyun Rupiah (naik 21% dari tahun 2016).

#05 Sri Prakash Lohia Usia 65 Thn. Pemilik Indorama. 867 Trilyun Rupiah (naik 28% dari tahun 2016).

#06 Boenjamin Setiawan Usia 84 Thn. Pemilik Kalbe Farma. 49 Trilyun Rupiah (naik 10,6% dari tahun 2016).

#07 Chairul Tanjung. Usia 55 Thn. Pemilik CTCorp. 48 Trilyun Rupiah (turun 26,5% dari tahun 2016).

#08 Tahir. Usia 65 tahun. Pemilik Mayapada Group. 47 Trilyun Rupiah (naik 10,6% dari tahun 2016).

#09. Mochtar Riady. Usia 88 Tahun. Pemilik Lippo Group. 40 Trilyun Rupiah (naik 57,8% dari tahun 2016).

#10 Jogi Hendra Atmadja. Usia 71 tahun. Pemilik Mayora. 36 Trilyun Rupiah (naik 11 % dibanding tahun 2016).

Sumber: CNN Indonesia (05 Desember 2017).