Saturday, July 04, 2009

Ketika Cinta Berjauhan



Kisah cinta memang tiada habisnya untuk diceritakan dan dituliskan. Satu kata ini menginspirasi jutaan anak manusia di dunia ini untuk menggubah sebuah lagu, merangkai puisi dan prosa, menulis sebuah novel, membuat sebuah film yang fenomenal dan berbagai kisah kehidupan yang lain yang tak pernah lepas dari urusan cinta ini.

Ketika cinta sudah berakar dalam hati, maka kekuatannya tak bisa dibandingkan dengan kerasnya batu karang di lautan, tak sepadan dengan kokohnya pondasi beton sebuah jembatan ataupun selembut air dilautan. Cinta sebuah kata yang mengandung sejuta makna dan penafsiran. Terkadang anak manusia biasapun pandai bersyair bak pujanggan tatkala hatinya sedang dilanda cinta.

Ketika cinta harus berjauhan, sebuah kondisi yang mesti saya jalani saat ini. Cinta yang terpisahkan oleh jarak. Kami hanya bisa saling pandang lewat tekhnologi dan kecanggihan dunia IT yaitu melalui Web Chat. Lewat sehari tak bisa memandang dan mendengar suara anak-anak dan istri, rasanya sebulan tidak bertemu. Sungguh terkadang rasa kangen dan rindu ini tak tertahankan.

Kisah kerinduan yang berakhir tiap enam bulan sekali. Kenapa begitu? karena di waktu tersebutlah kami bisa saling berkumpul bersama untuk melepas segala rindu dan kangen. Saling berbagi suka dan bahagia dalam pelukan dan rengkuhan kedamaian bersama istri dan anak-anak. Waktu yang tergolong tak sebentar untuk ditunggu, namun kami mesti terus bersabar menunggu hari-hari sampai saatnya tiba.

Kebahagiaan yang tiada tara ketika waktu nya cuti itu tiba. Rasanya lebih senang dibanding dengan saat menerima gaji sekalipun. Kebahagiaan yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Kebersamaan dengan keluarga di negara sendiri. Sebaik-baik atau senikmat-nikmat negara orang tentu lebih nikmat di negara sendiri.

Kepakan sayap burung yang tanpa lelah mengarungi angkasa, untuk menggapai sebuah harapan dan masa depan. Begitupun saya kini yang sedang mengais rezeki di negeri orang. Di negeri tempat "oryx" sebuah binatang khas negeri ini. Negeri ini disebut Qatar. Negeri tempat banyak orang mengadu nasib dari berbagai belahan bumi, dari barat sampai ke timur. Dari Amerika sampai Indonesia, dari Utara sampai selatan, dari UK sampai NZ.

Kaki ini terus melangkah tuk gapai masa depan yang gemilang, tuk gapai kebahagiaan anak-anak di masa mendatang. Ku korbankan diriku berpisah dengan mereka, kukorbankan cinta ini untuk kebahagiaan kami. Insya Alloh, semoga Alloh memberikan jalan terbaik buat keluarga kami, sehingga satu saat nanti kami bisa berkumpul kembali tanpa ada lagi Ketika Cinta Berjauhan.

Hari ini berjalan terasa lambat. Habis pulang dinas malam, damai rasanya ketika istri dan anak-anak menanti di rumah. Walau mesti kita butuh waktu untuk beristirahat, namun akan lebih bermakna ketika keluarga menanti dengan gembira kedatanganku di rumah. Namun apalah dayaku saat ini, keluargaku tinggal jauh di daratan Indonesia tercinta. Semoga mereka di sana memang berasa bahagia tanpa kurang suatu apa. Istriku, kekasih hatiku semoga kau dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apa.

Matapun sulit terpejam. Walau kucoba rebahkan tubuh ini di pembaringan namun pikiran ini terus melayang jauh ke angkasa mencoba menembus batas cakrawala. Mencoba terus menemukan kedekatan dengan kekasih hati dan buah hati di ujung dunia sana. Istri dan anak-anakku sayang, maafkan abi mu yang tak bisa menemani di kedekatan posisi. Abi mu hanya bisa menemani di kedekatan hati saja.

Akhirnya pagi ini kucoba membuka laptop kesayanganku. Kubuka satu website radio indonesia. Kutemukan satu channel radio fm di surabaya, radio sonora namanya. Kebetulan lagu-lagu kenangan era 80-an sedang mengalun dengan merdunya dan mendayu-dayu membawa hati dalam kedamaian. Sayangku...tahukah kau bahwa abi mu ini sangat merindukanmu dan mendambakan kau ada disisiku saat ini bila mungkin.

Sayang, kucoba dekatkan hati dengan Sang Pencipta. Untuk mendapatkan ketenangan hati.

last updated july 5, 2009

Sunday, June 21, 2009

Nadira Tengkurap



Beginilah perjuangan putri kedua kami untuk tengkurap. Melalui tempo perkembangan yang membanggakan tentunya. Ibundanya yang setia memberikan ASI sebagai pendukung nutrisi dan kekebalan baginya juga setia membimbing dalam setiap perkembangan yang mesti dilaluinya. Dari mulai miring, tengkurap, yang nantinya dilanjut dengan merangkak, berjalan dan berlari.

Setiap perubahan dalam masa-masa perkembangan balita adalah masa-masa yang menggemaskan. Masa yang lucu kalau kita perhatikan. Itu semua merupakan gambaran manusia dimasa dimasa dewasa nantinya. Karena setiap perubahan yang dilaluinya sudah pasti memerlukan perjuangan. Ketika dari harus miring, ketika harus tengkurap, ketika harus berbalik dari tengkurap kearah telentang itu semua memerlukan perjuangan yang tiada mudah.

Begitupun manusia dewasa, setiap langkah hidupnya menuju cita-cita yang diidamkan sudah pasti membutuhkan perjuangan yang tiada mudah juga. Kita terkadang gagal untuk mencapai cita-cita. Namun kita semua sadar bahwa kegagalan adalah langkah menuju kesuksesan dimasa datang. Kalau kita tengok ke masa balita, maka kita akan sadar bahwa betapa dulu ketika kita mencoba belajar tengkurap, kita terus berusaha dengan segala rintihan dan menangis mungkin agar kita bisa sukses tengkurap. Namun karena kegigihan kita akhirnya proses tengkurappun di lalui. Setelah tengkurap maka ada proses perkembangan yang lain yang sudah tentu penuh perjuangan dan kesusahan.

Nadira anakku, semoga kau terus tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa dan menjadi manusia yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Kau menjadi kebanggaan keluarga kami, Insya Alloh. Senantiasa berbakti kepada orang tua merupakan anugerah terindah bagi kami.


Dukhan, 21 Juni 2009 19.00 Qatar Summer Time

Saturday, June 13, 2009

Karena Ku Sayang Kamu





Seandainya kau ada disini denganku
Mungkin ’ku tak sendiri
Bayanganmu yg selalu menemaniku
Hiasi malam sepiku
Ku ingin bersama dirimu

reff:
Ku tak akan pernah berpaling darimu
Walau kini kau jauh dariku
‘Kan slalu kunanti
Karena kusayang kamu

Hati ini selalu memanggil namamu
Dengarlah melatiku
Kuberjanji hanyalah untukmu cintaku
Takkan pernah ada yg lain

Adakah rindu di hatimu
Seperti rindu yg kurasa
Sanggupkah kuterus terlena
Tanpamu di sisiku
Kukan selalu menantimu


Judul artikel ini adalah judul sebuah lagu yang ditenarkan oleh kelompok musik DYGTA. Group musik Indonesia ini dirilis sekitar tahun 2000-2001. Waktu itu istriku sangat menggandrungi lagu ini. Saya nggak tahu kenapa dia sampe begitu senangnya ketika lagu ini diputar. Mungkin waktu itu dia memang sedang dimabuk asmara dan cinta. Dia begitu menyayangi kekasih hatinya. Namun disisi lain kekasih hatinya belum mengerti sepenuhnya apa artinya cinta dan sayang.

Hari dan waktu terus bergulir. Mengganti masa yang terus berubah. Usia kita semakin hari semakin tua. Semakin dekat dengan ajal. Semakin dekat pula dengan ketuaan. Semoga dengan mengingat lagu ini, kita semakin sadar. Tidak hanya manusia yang kita sayangi. Namun kita juga harus menyayangi Sang Maha Pencipta dengan cara menjalankan apa yang telah diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarangNYA. Seperti termaktub dalam Kitab Suci Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW.

Istriku yang selalu setia dan menyayangiku. Terima kasih atas segala cinta dan kesetiaanmu. Sayang, karenamu aku menjadi semakin mengerti akan makna romantisme dalam berumahtangga. Semakin memaknai cinta dan kasih sayang dalam menjalani hidup ini. Semoga kebersamaan kita akan langgeng. Cinta terkadang tidak bisa diungkapkan dengan beribu bahasa, cinta sejati adalah cinta yang berakar di kedalaman hati.

Dukhan, 12 June 2009 at 22.10 Qatar Time

Monday, June 08, 2009

Menunggu Waktu



Waktu terasa berjalan lama, 3 bulan lagi aku harus menunggu. Saat dimana aku bisa berkumpul dengan keluargaku. Saat aku bisa bercanda ria dengan anak-anakku yang membanggakan. Anak-anak yang manjadi harapan masa depan.

Namun aku mesti bersabar menunggu waktu itu datang. Terkadang ingin rasanya kuputuskan kubawa keluargaku ke tempatku kerja sekarang. Namun terkadang keputusan itu menjadi keraguan. Karena ada alasan lain yang lebih penting.

Jarak yang memisahkan menimbulkan perasaan kangen diantara kami. Sehari saja tidak menatap wajahnya (walau lewat webcam) atau mendengar suaranya (lewat telpon) ataupun menerima kabarnya (lewat sms), sungguh rindu redam hati ini. Kekasih hatiku....tunggulah aku pulang tuk berkumpul berbagi suka dan ceria. Bercerita tentang kehidupan. Belajar memaknai arti hidup bersama tanpa prasangka.

Semoga kita selalu bersyukur pada Ilahi. Senantiasa sadar bahwa kita hanyalah manusia biasa yang tak pernah luput dari salah dan dosa. Mahluk yang rapuh, mahluk yang masih bisa menangis, mengeluh, mengumpat dan berprasangka buruk pada orang lain. Ya Alloh semoga Engkau tunjukkan jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang mendapat petunjuk dariMU.


Dukhan, 21 Juni 2009 19.15 Qatar Summer Time

Tuesday, May 12, 2009

Berpose dengan Author EMT-B Texbook


Kita lagi berfoto bersama di College of North Atlantic Qatar setelah ujian praktek untuk National Registry bagi calon Emergency Medical Tecnician-Basic. Setelah kita dipastikan lulus dalam ujian praktek ini, kita sempatkan berfoto bersama salah satu Author Buku Ëmergency Medical Tecnician Basic Textbook yaitu Mr.Thomas Platt yang duduk ditengah-tengah kita sekalian. Berurutan dari arah kiri kita: Arief Hidayat, Muhamad Rais, Sugeng Riyadi, Thomas Platt, Agung Purnomo, Herisiyanto dan Pak Fauzy.

Tahapan selanjutnya setelah mengikuti ujian praktek NR-EMTB, kita menunggu data yang selanjutnya kita gunakan untuk registrasi langsung ke website www.nremt.org Setelah proses registrasi selesai maka kita selanjutnya menanti pelaksanaan test tulis NR-EMTB yang dilaksanakan di Doha, Qatar. Masa berlakunya data untuk registrasi test tulis ini selama satu tahu. Namun Thomas Platt berpesan agar kita sesegera mungkin mengikuti test tulis ini, karena dikhawatirkan kita lupa dengan materi yang telah disampaikan di CNA-Q. Lebih cepat lebih baik, kaya kampanyenya Pak Jusuf kalla aja ya..he heh heh..



Duhail,18 April 2009

Jaleha Desert


Ketika Sang mentari mulai menyembul dibalik awan tipis di langit Jaleha, Qatar. Saya sempatkan berpose di depan Standby Mobile Clinic. Kita berada di disitu karena ada aktifitas recovery well. Ada 4 nurse standby, 3 indonesian and 1 philipino. Kita yang biasanya bekerja 8 jam, maka disini berbeda. Kita diminta bekerja 12 jam dari jam 6 malam sampai jam 6 pagi.

Suasana semalam dihiasi dengan "Sand Storm"atau badai debu. Angin berhembus kencang sambil membawa debu pasir gurun. Mushola kecil yang berada tak jauh dari tempat kami standbypun dipenuhi debu pasir. Ketika selesai sholat maka debu-debu pasirpun menempel di dahi kami.

Jaleha, 11 May 2009