Bapak...
Rasanya baru kemarin Bapak mengajakku naik sepeda. Mengunjungi rumah saudara di Jepara Wetan ketika musim lebaran tiba. Dari satu pintu ke pintu lain, tak ada yang terlewat. Dari situ aku belajar pentingnya silaturahmi. Pentingnya mencintai keluarga dan sanak saudara.
Bapak mengajariku banyak hal tentang hidup mandiri. Sejak kecil, Bapak sering mengajakku ke sawah, melihara ayam, melihara kambing, dan berkebun. Adik-adikku mungkin tak semua mengalami, tapi aku yakin semua anak-anak Bapak belajar dari Bapak, walau tak banyak kata dan petuah dari Bapak.
Hal-hal kecil itu tertanam kuat dalam diri kami untuk menjadi pribadi yang mandiri, pribadi yang siap menghadapi tantangan jaman yang kian menantang.
Bapak, melalui tulisan ini, aku ingin menuangkan rasa rinduku pada Bapak. Tak kuasa air mata menetes ketika mengingat semua perjuangan Bapak.
Dari Bapak aku belajar bahwa hidup tak boleh mengeluh. Sesulit apapun masalah harus dihadapi, akan selalu ada jalan keluar sepanjang kita mencari solusinya.
Bapak, alam kita sudah berbeda, tapi hati kami selalu bersama Bapak. Cinta dan kasih sayang kami pada Bapak tak pernah pudar, seperti Bapak mencintai dan menyayangi kami, istri dan anak-anak Bapak.
Pak, aku rindu. Hanya melalui foto di hp, aku obati rindu ini. Aku akan selalu merindukan senyum tulus Bapak.
_Allohummaghfirlahu warhamhu wa'afiha wa'fu'anhu._
Hari Kamis ini menjadi saksi kepergian Bapak. Bapak berpulang memenuhi panggilan Ilahi Rabbi. Bapak kembali kepada Sang Pemilik Cinta. Cinta kadim yang sudah diikrarkan ketika ruh masih di dalam sulbi.
Bapak, sugeng tindak.
Onboard Doha - Jakarta
20 November 2025
#FreeWifi #QatarAirways

No comments:
Post a Comment