Saturday, January 06, 2018

#Foodography: Nasi Bukhori Plus Daging Kambing

Lagi ga ada ide untuk bikin tulisan. Jadinya saya upload saja foto maksi yang saya pesen pas jalan-jalan ke City Center Doha minggu lalu.

Menunya nasi bukhori plus laham (daging kambing) dari Restoran Diwaniyat. Panganan khas arab. Satu porsi plus sebotol air mineral seharga 30 Qatar Riyals (100 ribuan rupiah).

Selamat menyimak walau tak bisa menikmati rasanya yang maknyuzz..

Friday, January 05, 2018

TAK TERASA SUDAH HARI KAMIS

Pic. sweetytextmessage.com
Seperti baru kemarin hari senin, tiba-tiba sudah hari kamis lagi. Weekend lagi. Khususnya bagi saya dan warga negara yang tinggal di negeri Qatar. Karena memang tiap hari Jum'at dan Sabtu adalah hari libur mingguan. Namun bagi saya besok pagi Jum'at menjadi hari kerja. Begitupun Sabtunya, saya akan masuk kerja pagi pula. In shaa Allah. Itupun kalau Allah masih mengijinkan dan memberi umur panjang.

Menulis tentang waktu seolah tak ada habisnya. Ada saja. Setiap langkah anak manusia di muka bumi ini memang penuh dengan kisah. Beragam dan beraneka rupa. Yang baik atau yang buruk. Yang mencengangkan atau yang mengecewakan. Yang menyenangkan atau yang menyedihkan.

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS. Ali ‘Imron : 185). 

Dunia itu fatamorgana. Dunia itu kesenangan yang memperdayakan umat manusia. Kesenangan sementara yang terkadang membuat manusia lupa diri. Keinginan demi keinginan datang silih berganti, tiada henti. Pingin ini, pingin itu. Sudah punya yang ini, pingin yang itu. Bertambah pendapatan, bertambah pula keinginan. 

Akhirat itu kekal abadi. Everafter. Everlasting. 

Akan datang masa ketika mulut dikunci. Tangan dan kaki menjadi saksi. Terhadap apa yang sudah dilakukan selama hidup di dunia. Yang hanya sementara.

Masihkah patut kita menyombongkan diri dengan apa yang kita miliki saat ini? 
Masihkah patut kita berbangga-bangga diri dengan segala pencapaian yang telah diraih?
Masihkah patut kita memikirkan diri sendiri sementara banyak diluar sana yang tengah kelaparan dan kesusahan?

Semua itu hanya titipan. Semua akan diminta kembali oleh yang Maha Mempunyai. Allah Azza Wajala. 

Qatar, 4 Januari 2018


Monday, January 01, 2018

CATATAN AWAL TAHUN 2018

Bundaran HI | Foto by liputan6.com
Tepat 7 jam yang lalu, Qatar telah memasuki Tahun Baru 2018. Tak ada gegap gempita kembang api dan perayaan di negeri ini. Tak ada istighotsah maupun tasbih bersama. Perayaan tahun baru bisa kita temui di hotel-hotel. Mereka menawarkan perayaan tahun di baru yang sifatnya indoor. Aneka menu dengan harga-harga special ditawarkan. Kondisi ini berbeda dengan gegap gempita kota-kota besar di Indonesia saat menyambut datangnya Tahun baru 2018 tadi malam.

Bukan maksud saya membandingkan negeri yang sedang saya tinggali sekarang ini dengan tanah air tercinta Indonesia. Saya hanya sekadar mengilustrasikan dua kondisi yang berbeda di waktu yang sama. Sama-sama di akhir tahun 2017 dan sama-sama menyambut awal tahun 2018.

Di Jakarta, Medan, Yogyakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia, semalam diramaikan dengan aneka pesta rakyat menyambut datangnya awal tahun. Car Free Night diterapkan di pusat-pusat kota. Hal ini untuk memberi ruang luas kepada publik. Jakarta sebagai ibukota Negeri, tumpah ruah di bundaran HI.

Disisi lain, ada dua perhelatan muhasabah bangsa yang digelar di Jakarta dan Surabaya. Indonesia bertasbih digelar di Masjid Raya Jakarta Islamic Center. Istigotsah digelar di Surabaya.

Sebuah pemandangan dan suasana yang berbeda dibandingkan dengan gegap gempita di pusat-pusat kota. Di tempat ini tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir bergema. Menyejukkan malam yang semakin larut.

Lantunan ayat-ayat Al Quran, merdu diperdengarkan oleh Habib Anas Jaber. Tausiyah-tausiyah nan penuh hikmah disampaikan oleh Habib Nabiel Al Musawa, Habib Bagyr Bin Yahya, Habib Abdulrahman Al Habsyi, Habiburrahman El Shirazy, Syekh Ali Jaber, Syekh Muhammad Jaber, Kyai Syarif Rahmat dan Ustadz Abdul Somad. Menyampaikan pesan tentang pentingnya menghargai dan memanfaatkan waktu dengan baik. Karena setiap jiwa pastilah mati. Maka manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya sebelum malaikat maut datang menjemput.

Indonesia Bertasbih TVOne | Foto by viva.co.id

Waktu yang terus berputar. Setahun baru saja berlalu. Saatnya bermuhasabah diri. Telah banyak yang direncanakan, telah banyak yang diperbuat dan masih banyak yang harus terus dikerjakan selama nyawa masih di kandung badan. Sebagai manusia kita harus terus berkarya. Mengisi waktu dengan beragam amal sholeh untuk kemaslahatan diri, keluarga, negara dan bangsa.

Setiap kita mempunyai tanggung jawab untuk berkarya demi bangsanya. Entah itu yang tinggal di tanah air, maupun para Pekerja Migran Indonesia yang tinggal di seantero jagad raya.

Bagi para Diaspora Indonesia yang saat ini sedang merantau di Luar Negeri, teruslah bersemangat untuk bekerja. Menafkahi keluarga dan turut menyumbang devisa bagi bangsa.

Kita harus senantiasa yakin bahwa akan ada hari esok yang lebih baik jika setiap kita terus berusaha dan berbuat yang terbaik. Sekecil apapun kiprah kita, saya yakin akan memberikan kontribusi bagi Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Tahun 2018 adalah tahun politik. Begitu para pengamat menyebutnya. Tahun dimana akan digelar Pemilihan Kepala Daerah serentak. 171 daerah akan menggelar pesta demokrasi. 17 Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten, demikian berita yang saya kutip di detikcom.

Sebuah perhelatan akbar di seantero Nusantara. Belum lagi dengan datangnya musim pemilihan umum anggota legislatif dan pemilihan Presiden di Tahun 2019. Tentu nuansanya akan semakin hangat, dan semoga tidak sampai memanas.

Era sosial media, era yang mudah bagi setiap kita untuk memperoleh bermacam berita dan peristiwa. Setiap saat, dimanapun selagi koneksi internet itu ada. Namun yang perlu diingat bahwa sebagai warga dunia maya (netizen) kita harus bijak. Jangan asal share. Jangan asal posting. Jangan asal comment. Pause before you post!

Tahan sejenak sebelum share.
Tahan sejenak sebelum update status.
Tahan sejenak sebelum like atau dislike.
Tahan sejenak sebelum comment.
Tahan sejenak sebelum reply.

Sudahkan diklarifikasi kebenarannya?
Yakinkah yang akan kita share dan posting mempunyai maslahat bagi sesama?
Itulah dua pertanyaan yang harus kita jawab sebelum share dan posting.

Jangan sampai sharing dan postingan kita menimbulkan masalah di kemudian.
Jangan sampai sharing dan postingan kita menimbulkan ujaran kebencian.
Jangan sampai sharing dan postingan kita memicu perpecahan.
Jangan sampai sharing dan postingan kita menjadi penyebab putusnya persaudaraan.
Jangan sampai sharing dan postingan kita malah menjebloskan diri kita ke dalam penjara.

#BijakBersosialMedia #NewYear #NewSpirit #KerjaKerjaKerja

Qatar, 01 Januari 2018