Thursday, May 05, 2016

The Door to The Future


Ada yang menarik ketika menghadiri wisuda akbar Qatar Foundation 3 Mei lalu. Ada sebuah ornamen pintu terpampang tepat di depan panggung. Pintu yang nampak terang dengan hiasan lampu di setiap sisinya. Pintu yang mereka namai THE DOOR TO THE FUTURE.

Setiap wisudawan yang sudah menerima CINCIN WISUDA dari Sheikha Moza bint Nasser kemudian berjalan menuju pintu tersebut. Tinggi pintu dibuat rendah, sehingga hampir semua wisudawan harus berjalan menunduk ketika melewatinya.

Ada sebuah pesan yang tersirat dari pintu masa depan ini. Lulus dari perguruan tinggi bukanlah akhir perjuangan. Lulus dari kampus universitas adalah langkah awal memasuki babak baru kehidupan. Akan semakin banyak tantangan dan hambatan. Dari kehidupan sebatas kampus, menuju kehidupan yang sesungguhnya. Kehidupan di masyarakat yang lebih luas.

Pintu yang ketinggiannya dibuat rendah memiliki pesan bahwa setiap kita harus senantiasa bersikap rendah hati, walaupun bermacam gelar sudah diraih. Diatas langit masih ada langit. Sepintar apapun kita senantiasa muncul generasi-generasi pintar di kemudian hari. Rendah hati dan jangan sombong!

Qatar, 5 Mei 2016
@sugengbralink

Thursday, March 03, 2016

Masjid Al Ikhlas GPA Purbalingga

Masjid pertama yang berada di kawasan Perumahan Griya Perwira Asri, Purbalingga. Masjid ini dibangun atas dana swadaya masyarakat GPA.Perumahan GPA sendiri terdiri dari 3 Desa yaitu Karangsentul, Bojanegara dan Gemuruh. Perumahan ini mulai dihuni sekitar tahun 2003/2004. Kala itu, untuk type 36/90 harga cash nya cuma 35 juta rupiah. Kali ini sudah berlipat harganya. 

Tuesday, March 01, 2016

KELEBIHAN BAGASI KERETA, 2 RIBU PER KG!

Bertahun-tahun menikmati jasa kereta api, baru kali ini mengalami yang namanya membayar kelebihan bagasi. Seperti naik pesawat terbang aja ya. Antrian penumpang rapi. Cuaca nggak begitu panas. Proses pengecekan tiket dan kartu identitas pun lancar.

Sesaat melangkah, seorang petugas keamanan stasiun KA memberhentikanku. "barang bawaan ditimbang dulu Pak", ujarnya. " Kenapa pak?" tanyaku penasaran.

"Batas bagasi 20 Kg pak, jika lebih bapak harus membayar", jawabnya. " OK pak!". Seorang petugas berseragam sedang duduk di kursi dengan meja dihadapannya. Dia mempersilahkanku untuk menimbang barang bawaan. Ternyata total 32 Kg. Jadi 12 Kg mesti mbayar.

"Berapa Pak?" tanyaku. "2 ribu per Kilo pak". Ok Pak. Akhirnya kusiapkan uang 30 ribu, dapat kembalian 6 ribu.

Bagi anda yang mau naik jasa kereta api, ingat ya..bagasi maksimum 20 Kg. Sisanya mesti mbayar.

Jakarta, 1 Maret 2016
@sugengbralink