28 February 2018

ALHAMDULILLAH, HASIL PERDANA SEORANG YOUTUBER

Photo by Getty Images
Youtube channel saya dibuat September 2013, namun baru aktif ngupload bin ngevlog sejak Juni 2017. Akhir Januari 2018 saya mendapatkan notifikasi pembayaran youtube perdana di akun google adsense. Saya harus mengklaim bukti pembayaran dari Western Union tersebut paling lambat 60 hari. Jumlahnya tak begitu banyak, jika dibanding dengan para Youtuber yg sdh populer. Jumlahnya 105 $. Tetapi saya tetap bersyukur sudah bisa mencapai titik itu. Semoga video-video yang saya share bisa memberi kemanfaatan bagi banyak orang yang melihatnya.

Setelah nerima informasi tersebut, Saya sempat datang ke unit-unit pembayaran western union (Kantor Pos dan Bank Danamon) di Purbalingga. Namun mereka tidak bisa menemukan kode MTCN yang saya berikan di sistem mereka.  Padahal sudah jelas-jelas saya bisa temukan kode tersebut di website westernunion.com bahkan saya tunjukkan screenshotnya ke petugasnya. Walhasil saya tidak bisa mencairkan uangnya.

Setelah beberapa kali gagal karena tidak muncul di sistem mereka, akhirnya ketahuan bahwa akun adsense saya beralamat di luar negeri. Mereka menyarankan saya untuk mengklaim pembayaran western unionnya di luar negeri, negeri dimana saya bekerja sebagai TKI saat ini.

Begitu sampai di luar negeri, saya datangi salah satu unit layanan western union saya serahkan screenshot tracking MTCN dari website westerunion, kemudian saya tunjukkan bukti payment dari Google Ireland dan saya sertakan foto copy KTP luar negeri, hanya butuh waktu 5 menit uang dari youtube berhasil dicairkan. Alhamdulillah.

Silahkan bagi yang pingin melihat/menonton video-video di channel saya, klik saja youtube.com/sugengbralink Jangan lupa tonton sampai tuntas videonya, klik like, ketik comment dan share ke temen-temen, sodara-sodara atau siapa saja, semoga bermanfaat.

Thanks viewers, Thanks Youtube!

Teruslah berbuat baik, salah satunya dengan membuat konten-konten positif di youtube.


07 February 2018

MAKSI 25K DI IBUKOTA

Tak terasa hampir 2 minggu tinggal di jantung kota Jakarta. Tinggal di bilangan Sudirman. Kawasan bercokolnya gedung-gedung pencakar langit. 

Inilah pengalaman pertama hidup saya menginap lama di Hotel. Bukan berarti karena karena banyak uang ya. Kebetulan saja lagi ada jadwal menimba ilmu di Sahid University Jakarta.

Urusan perut memang sangat penting. Perut kosong membuat konsentrasi menurun, lesu dan tak bergairah. Terlalu banyak makan juga nggak bagus karena efeknya bisa bikin ngantuk. Walhasil sangat tidak cocok bagi kita yang lagi belajar di kelas.

FoodstrEAT, satu blok di samping Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta. Dalam blok ini berisi para penjaja makanan. Tersedia aneka menu makanan untuk para pekerja kantoran dekat Sahid. 25K menjadi harga minimum ketika kita mau santap siang disini.

Menu ala Nusantara tersedia disini. Ada Warung Baraya, Ayam GepreKeren, Warung Manado,Warung Rush Hour, Sate Maranggi, Sate Kambing, Warung Padang, MiGaring, Gado-Gado dan Aneka minuman. Bagi anda yang muslim, hati2 ya..ada satu warung yang menunya mengandung B*bi.

Jika mau harga yang agak ekonomis bisa jalan tak jauh dari area FoodstrEAT. Ada kawasan penjaja makanan di City Walk. Penjaja makanan pinggir jalan, nah kalo yang ini baru benar-benar FoodStreet.