Tuesday, August 08, 2017

#MerantauKeQatar: KWIQ, Koperasinya TKI di Qatar

TKI di Qatar menjadi salah satu penyumbang devisa negara Indonesia yang cukup besar. Hal ini senada dengan situs Deutsche Welle tertanggal 5 Mei 2016 yang mencatat "Sebanyak lebih dari 6 juta tenaga kerja Indonesia saat ini bekerja di 146 negara di seluruh dunia. Tujuh di antaranya adalah negara yang paling banyak mempekerjakan buruh asal Indonesia."

Qatar menempati urutan ke-7 setelah Malaysia, Taiwan, Arab Saudi, Hongkong, Singapura, dan Uni Emirat Arab sebagai negara-negara yang paling banyak mempekerjakan tenaga kerja asal Indonesia. Deutsche Welle menambahkan bahwa Hampir 100 juta Dollar dibawa pulang oleh TKI di Qatar pada tahun 2015 silam.

Tenaga Kerja Indonesia di Qatar memang kalah jauh jumlahnya dibanding dengan tenaga kerja asal India, Nepal, Bangladesh dan Filipina. Seperti dikutip laman Kemenlu RI bulan Mei 2016 lalu bahwa jumlah TKI di Qatar sekitar 40 ribu, 10 ribu diantaranya adalah tenaga kerja terampil dan sisanya bekerja di sektor informal. Wikipedia mencatat, jumlah penduduk Qatar hanya 2,6 juta jiwa, 88% diantaranya adalah para pekerja asal India. Penduduk India di Qatar berjumlah sekitar 650.000, disusul Nepal 350.000, Bangladesh 280.000 dan Filipina 200.000. 

Walaupun jumlahnya kalah jauh dengan para pekerja dari India, Nepal, Bangladesh dan Filipina, sebuah organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang bisnis yaitu Indonesian Business Association in Qatar (IBAQ) memandang sisi positif besaran jumlah TKI di Qatar. Situs KWIQatar.com memberitakan, berawal dari gagasan Team 9 yang sebagian besar adalah pengurus dan anggota IBAQ, maka pada tanggal 6 Mei 2016 diadakan Rapat Pembentukan Koperasi Warga Indonesia di Qatar (KWIQ). Rapat ini berlangsung di KBRI Doha yang dihadiri Yang Mulia Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBPP) Republik Indonesia untuk Doha, Bapak Muhammad Basri Sidehabi. 
KWIQ Supermarket, Messaeed - Qatar

Kian hari anggota KWIQ terus bertambah. Di bulan Februari 2017 jumlahnya sudah 70-an orang. Dan di bulan itulah Akta Pendirian KWIQ mendapat pengesahan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia. Akta KWIQ ditandatangani oleh Deputi Bidang Kelembagaan KemenkopUKM Bapak Meliadi Sembiring.

Sebagai wujud pengembangan usaha koperasi, pada tanggal 17 Juni 2017, telah diresmikan KWIQ Supermarket yang dihadiri langsung oleh Bapak Basri, Bapak Meliadi dan Perwakilan dari Pemerintah Qatar (AntaraJatim). Supermarket yang berlokasi di Messaeed ini, menambah jumlah supermarket-supermarket Indonesia di Qatar yang sudah berdiri sebelumnya, seperti Qatindo - Doha, Toko Jakarta - Doha, Madani Mart - Doha dan Source of Fortune - Alkhor.

Seperti tertuang dalam Visi KWIQ, Koperasi ini bercita-cita menjadi Koperasi yang bertaraf Internasional, berdikari sebagai gerakan ekonomi masyarakat Indonesia di Qatar, berkontribusi dalam pembangunan nasional dan meningkatkan hubungan ekonomi internasional. 


Dalam rapat perdana tersebut, hampir semua peserta yang hadir langsung bergabung menjadi anggota KWIQ. Pengurus KWIQ terpilih langsung dilantik oleh Ketua PERMIQA (Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar), Bapak Edwin Kurniawan.

Untuk menjadi anggota KWIQ, calon anggota cukup membayar Simpanan Pokok 300 Qatar Riyals (QAR) dan Simpanan Wajib 50 QAR per bulan. Simpanan pokok bisa dibayarkan beberapa bulan sekaligus.

Jika anda berminat mendaftar sebagai anggota KWIQ, silahkan unduh formulirnya Klik Disini!. Selanjutnya ditandatangani diatas meterai 6000 Rupiah dan dikirim via email ke admin@kwiqatar.com. Info lebih lengkap seputar KWIQ bisa dibaca via website kwiqatar.com.

Semoga KWIQ bisa menjadi Koperasi percontohan bagi Diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai belahan bumi.

Ditulis di Qatar, 08-08-2017

No comments:

Post a Comment